2 Warga Depok Positif Corona, Ayu Ting Ting: Duh Serem Juga
Sebanyak 50 warga Depok diduga terindikasi virus corona, termasuk di antaranya petugas kesehatan.
Terawan pun menegaskan kedua pasien dalam kondisi sehat.
"Menurut saya, sehat lah dia," katanya.
Saat ini, mereka tengah berada di ruang isolasi, dimana tempat tersebut terpisah dari gedung-gedung rumah sakit lainnya.
"Dia ada di ruang isolasi, terpisah sendiri gedungnya," ucap Terawan.
Lebih lanjut, Terawan membeberkan kronologi lengkap kedua pasien tersebut terinfeksi Covid-19.
Pasien positif corona, yang Terawan katakan sebagai guru dansa, melakukan kontak langsung dengan warga negara Jepang saat mereka melakukan dansa pada 14 Februari 2020 lalu.
Dua hari setelahnya, yakni 16 Februari, mereka merasakan batuk-batuk dan memutuskan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit.
Baru pada 26 Februari keduanya meminta untuk dirawat karena batuknya tak kunjung hilang.
Selain batuk, mereka juga mengalami demam dan sesak napas.
Berikut ini kronologi lengkap dua orang Indonesia terjangkit corona berdasarkan penjelasan Terawan Agus Putranto:
14 Februari 2020: Berdansa dengan warga negara Jepang
16 Februari 2020: Batuk-batuk dan rawat jalan ke rumah sakit.
26 Februari 2020: Mengajukan diri dirawat di rumah sakit karena batuk tak kunjung hilang, serta mengalami sesak napas dan demam.
28 Februari 2020: Dihubungi pihak kesehatan Malaysia, mengatakan warga negara Jepang yang melakukan kontak dengannya dinyatakan positif corona.
29 Februari 2020: Dirujuk untuk pindah ke RSIP Sulianti Suroso.
1 Maret 2020: Dilakukan pengecekan.
2 Maret 2020: Hasil tes keluar dan dinyatakan positif.
Terawan menuturkan, kedua pasien tersebut masih akan menjalani pengecekan ulang untuk mengetahui kondisi ke depannya.
"Ini kondisi virusnya positif ternyata, ya nanti dievaluasi ulang."
"Kalau udah 14 hari dicek, kalau udah negatif ya kita kembalikan lagi. Sekarang diisolasi," terang Terawan, Senin, dilansir Tribunnews.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dua orang di Indonesia positif virus corona pada Senin.
"Dicek dan tadi pagi saya dapat laporan dari Pak Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona," ungkap Jokowi, dikutip dari Kompas.com.
15 orang dikarantina di Batam
Empat orang warga Singapura yang positif terjangkit virus corona, diketahui pernah ke Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
Saat ini, ada 15 orang yang sedang dikarantina di Batam.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana membenarkan informasi tersebut saat dikonfirmasi oleh Kompas.com.
"Alhamdulillah, sejauh ini 15 orang tersebut dalam kondisi sehat dan setiap hari terus kami pantau kesehatan mereka," kata Tjetjep, Senin (2/3/2020).
Kendati demikian, Tjetjep meminta masyarakat Batam khususnya dan Kepri secara umum untuk tetap tenang, karena sampai saat ini 15 orang tersebut masih dikaratina.
Bahkan, semuanya telah melewati masa inkubasi selama tujuh hari.
Namun, masih ada tujuh hari lagi untuk memastikan 15 orang tersebut sehat dan negatif virus corona.
Kunjungan warga Singapura Tjetjep menceritakan, kejadian ini bermula saat ada enam orang warga Singapura berkunjung ke Batam.
Keenam WNA ini diketahui masih memiliki hubungan kekeluarga dan satu dari mereka memiliki rumah di Batam.
Mereka masuk Batam pada 20 dan 21 Februari 2020.
Kemudian, keenam orang tersebut kembali ke Singapura pada 23 Februari 2020.
Setelah dilakukan pengecekan, dua dinyatakan positif terjangkit virus corona dan pada 29 Februari 2020 langsung diisolasi.
Keesokan harinya, pada 1 Maret 2020, 2 orang lagi dinyatakan positif dan juga langsung diisolasi oleh Pemerintah Singapura.
"Saat ini, dari keenamnya, 4 dinyatakan positif dan 2 orang lainnya masih karantina oleh Pemerintah Singapura," kata Tjetjep.
Diduga menular ke warga Batam Selama tiga hari dan dua malam di Batam, keenam warga Singapura tersebut bertemu dengan satu orang pembantu dan sopir mereka.
Selanjutnya, sopir dan pembantu tersebut juga bertemu dengan keluarga mereka masing-masing.
Bahkan, pembantu juga bertemu dengan satu orang tukang ojek yang selama tiga hari itu mengantar dirinya dari rumah ke kediaman warga Singapura tersebut.
"Saat ini semuanya sudah dikarantina, bahkan sampai hari ketujuh masa inkubasi, semua dalam keadaan sehat," kata Tjetjep.
Untuk sopir yang pernah mengantar, saat ini dikarantina bersama istri dan dua orang anaknya.
Sementara, untuk pembantu, dikarantina bersama sembilan keluarganya yang tinggal bersama.
Kemudian, ditambah satu orang tukang ojek yang kerap mengantar jemput dirinya.
"Jadi total keseluruhan yang kami lakukan karantina ada 15 orang," ujar Tjetjep.
Tjetjep berharap agar masyarakat Kepri tidak perlu cemas dengan kejadian ini.
Sebab, di Batam sama sekali belum ada pasien yang positif terpapar virus corona.
"Artinya keempat pasien yang positif corona tersebut masuk ke Batam dalam kondisi masa inkubasi, karena mereka telah terjangkitnya di Singapura," kata Tjetjep.
Wali Kota Depok Mohammad Idris menyatakan 50 warga terindikasi virus corona, di mana satu di antaranya perawat.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ayu Ting Ting Kaget Dengar Kabar Warga Depok Positif Terinfeksi Virus Corona
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/artis-ayu-ting-ting-ditanya-di-mana-belajar-mobil-di-toko-bangunan.jpg)