2 Warga Depok Positif Corona, Ayu Ting Ting: Duh Serem Juga

Sebanyak 50 warga Depok diduga terindikasi virus corona, termasuk di antaranya petugas kesehatan.

Tayang:
KOMPAS.com/IRA GITA
Ilustrasi - 2 Warga Depok Positif Corona, Ayu Ting Ting: Duh Serem Juga 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Penyanyi dangdut Ayu Ting Ting yang juga tinggal di Depok mengaku kaget mendengar kabar ada dua warga yang terinfeksi virus corona.

"Sempat dengar, kaget juga," kata Ayu Ting Ting saat ditemui di kawasan Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2020).

Namun, kekagetan Ayu Ting Ting mereda karena dua pasien tersebut langsung mendapatkan perawatan intensif medik.

"Kaget aja cuma katanya orangnya sudah diisolasi," tutur Ayu Ting Ting.

Dua pasien positif terinfeksi virus corona langsung mendapatkan perawaran di rumah sakit rujukan nasional untuk COVID-19 di Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.

Ayu Ting Ting pun berdoa semoga tidak lagi ada masyarakat Indonesia yang terkena virus yang pertama berasal dari Wuhan, China tersebut.

VIDEO Nikita Mirzani Ogah Salaman dengan Penggemar karena Khawatir Virus Corona

Harga Masker Tembus Rp 300 Ribu karena Isu Corona, Menteri Ancam Oknum Penimbun Masker

4 Cara Penularan Virus Corona dan Cara Pencegahan Tertular Virus Corona

"Ya mudah-mudahan aja gak ada lagi deh. Duh serem juga," pungkas Ayu Ting Ting.

Sebanyak 50 warga Depok diduga terindikasi virus corona, termasuk di antaranya petugas kesehatan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa 2 warga di Indonesia terjangkit virus corona.

Meski Jokowi tak menyebutkan lokasi pasien virus corona, diketahui kemudian, 2 pasien tersebut merupakan warga Depok

Wali Kota Depok Mohammad Idris membenarkan bahwa dua warganya positif terjangkit virus corona.

 15 Warga Batam yang Diduga Tertular Virus Corona Dikarantina

 Ahok Disebut Calon Kuat Pimpin Ibu Kota Baru

 Anggota TNI AD Dikeroyok dan Disekap Puluhan Preman Pasar

 Kronologi Terdeteksinya Virus Corona Infeksi Ibu dan Anak di Depok

Dalam konferensi persnya, Idris mengatakan, warganya yang positif virus corona tinggal di satu perumahan di Sukmajaya, Depok.

Keduanya telah dirawat di rumah sakit.

Idris pun menyatakan, ada lebih dari 50 orang diduga juga terindikasi virus corona di satu rumah sakit tersebut.

Hal itu lantaran mereka berinteraksi dengan korban.

"Yang positif corona ada dua orang, yang terindikasi di atas 50 orang. Yang di atas 50 orang ini yang kontak langsung dengan korban," ujar Idris di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Senin (3/3/2020).

Idris berujar, dari 50 orang lebih tersebut, di antaranya merupakan perawat yang ada di rumah sakit.

Saat ini, perawat tersebut pun sudah diistirahatkan dari pekerjaannya sementara.

Terakhir, Idris mengatakan, pihaknya tengah berkoordinasi mencari data dan kediaman 50 orang lebih yang terindikasi virus corona.

Benarkan 2 warganya positif virus corona

Wali Kota Depok Mohammad Idris di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Senin (3/3/2020).
Wali Kota Depok Mohammad Idris di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Senin (3/3/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengumumkan ada dua warga negara Indonesia (WNI) yang positif terkena virus corona.

Diketahui, dua WNI yang positif corona tersebut merupakan warga Kota Depok, Jawa Barat.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Depok Mohammad Idris pun tak menampik bahwa dua warganya positif terjangkit virus mematikan itu.

"Ada dua yang positif, orangtua dan anak, sementara dua orang ya," kata Idris dalam konferensi pers di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Senin (3/3/2020).

Idris mengatakan, warganya yang positif terkena virus corona tersebut tinggal di satu perumahan di Sukmajaya, Depok.

"Saya belum cek langsung," kata Idris.

Terakhir, Idris mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menanggulangi kasus mematikan tersebut.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjelaskan, dua WNI yang positif virus corona sempat berinteraksi dengan warga negara asal Jepang.

Pada tanggal 14 Februari yang bertepatan dengan Hari Valentine, WNI yang berprofesi sebagai guru dansa itu bertemu dengan temannya.

"Jadi dia guru dansa. Sempat berdansa dengan teman dekatnya yang WN Jepang ini tanggal 14 Februari," kata Terawan di Rumah Sakit Sulianti Saroso, Senin (2/3/2020).

Setelah berdansa dengan warga Jepang tepatnya pada 14 Februari WNI ini kemudian batuk dan rawat jalan di rumah sakit.

"Tanggal 16 dia batuk, merasa ngga enak lalu rawat jalan ke rumah sakit. Setelah pulang masih merasa ngga nyaman. Kalau ngga salah tanggal 26 Februari dirawat karena batuk ngga hilang-hilang, ada sesak dan demam sedikit," kata Terawan.

Menurutnya, tanggal 28 Februari, WN Jepang itu menelepon teman dansanya dan memberitahu dirawat di Malaysia karena positif virus corona.

Dari informasi yang didapat Tribun, wanita berusia 31 tahun itu menghadiri acara multinasional di klub dansa kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Rumah korban ikut diisolasi

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mendatangi RSPI Sulianti Saroso, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (2/3/2020).
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mendatangi RSPI Sulianti Saroso, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (2/3/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO)

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Istana Kepresidenan, Jakarta menjelaskan, pihkanya sudah melakukan penangan kepada dua orang Indonesia yang dinyatakan positif virus corona atau Covid-19.

Keduanya masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Tak hanya itu, rumah korban yang berada di depok pun ikut dilakukan isolasi untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Sudah melakukan isolasi rumah. Terkenanya di Depok,” katanya.

Kondisi terkini pasien

Terawan menjelaskan kondisi pasien positif virus corona dalam keadaan baik-baik saja.

Ia juga mengatakan keduanya bisa makan dan berkomunikasi secara baik, bahkan bermain ponsel.

"Jadi saya udah nengok, ngecek, semuanya, pasien dalam kondisi baik."

"Ndak ada demam, ndak ada sesak, ndak ada apa-apa."

"Makan, komunikasi juga baik, HP-HPnan (mainan HP) sendiri juga bisa," jelas Terawan pada awak media di RSIP Sulianti Suroso, Senin.

Terawan pun menegaskan kedua pasien dalam kondisi sehat.

"Menurut saya, sehat lah dia," katanya.

Saat ini, mereka tengah berada di ruang isolasi, dimana tempat tersebut terpisah dari gedung-gedung rumah sakit lainnya.

"Dia ada di ruang isolasi, terpisah sendiri gedungnya," ucap Terawan.

Lebih lanjut, Terawan membeberkan kronologi lengkap kedua pasien tersebut terinfeksi Covid-19.

Pasien positif corona, yang Terawan katakan sebagai guru dansa, melakukan kontak langsung dengan warga negara Jepang saat mereka melakukan dansa pada 14 Februari 2020 lalu.

Dua hari setelahnya, yakni 16 Februari, mereka merasakan batuk-batuk dan memutuskan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit.

Baru pada 26 Februari keduanya meminta untuk dirawat karena batuknya tak kunjung hilang.

Selain batuk, mereka juga mengalami demam dan sesak napas.

Berikut ini kronologi lengkap dua orang Indonesia terjangkit corona berdasarkan penjelasan Terawan Agus Putranto:

14 Februari 2020: Berdansa dengan warga negara Jepang

16 Februari 2020: Batuk-batuk dan rawat jalan ke rumah sakit.

26 Februari 2020: Mengajukan diri dirawat di rumah sakit karena batuk tak kunjung hilang, serta mengalami sesak napas dan demam.

28 Februari 2020: Dihubungi pihak kesehatan Malaysia, mengatakan warga negara Jepang yang melakukan kontak dengannya dinyatakan positif corona.

29 Februari 2020: Dirujuk untuk pindah ke RSIP Sulianti Suroso.

1 Maret 2020: Dilakukan pengecekan.

2 Maret 2020: Hasil tes keluar dan dinyatakan positif.

Terawan menuturkan, kedua pasien tersebut masih akan menjalani pengecekan ulang untuk mengetahui kondisi ke depannya.

"Ini kondisi virusnya positif ternyata, ya nanti dievaluasi ulang."

"Kalau udah 14 hari dicek, kalau udah negatif ya kita kembalikan lagi. Sekarang diisolasi," terang Terawan, Senin, dilansir Tribunnews.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dua orang di Indonesia positif virus corona pada Senin.

"Dicek dan tadi pagi saya dapat laporan dari Pak Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona," ungkap Jokowi, dikutip dari Kompas.com.

15 orang dikarantina di Batam

Empat orang warga Singapura yang positif terjangkit virus corona, diketahui pernah ke Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Saat ini, ada 15 orang yang sedang dikarantina di Batam.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana membenarkan informasi tersebut saat dikonfirmasi oleh Kompas.com.

"Alhamdulillah, sejauh ini 15 orang tersebut dalam kondisi sehat dan setiap hari terus kami pantau kesehatan mereka," kata Tjetjep, Senin (2/3/2020).

Kendati demikian, Tjetjep meminta masyarakat Batam khususnya dan Kepri secara umum untuk tetap tenang, karena sampai saat ini 15 orang tersebut masih dikaratina.

Bahkan, semuanya telah melewati masa inkubasi selama tujuh hari.

Namun, masih ada tujuh hari lagi untuk memastikan 15 orang tersebut sehat dan negatif virus corona.

Kunjungan warga Singapura Tjetjep menceritakan, kejadian ini bermula saat ada enam orang warga Singapura berkunjung ke Batam.

Keenam WNA ini diketahui masih memiliki hubungan kekeluarga dan satu dari mereka memiliki rumah di Batam. 

Mereka masuk Batam pada 20 dan 21 Februari 2020.

Kemudian, keenam orang tersebut kembali ke Singapura pada 23 Februari 2020.

Setelah dilakukan pengecekan, dua dinyatakan positif terjangkit virus corona dan pada 29 Februari 2020 langsung diisolasi.

Keesokan harinya, pada 1 Maret 2020, 2 orang lagi dinyatakan positif dan juga langsung diisolasi oleh Pemerintah Singapura.

"Saat ini, dari keenamnya, 4 dinyatakan positif dan 2 orang lainnya masih karantina oleh Pemerintah Singapura," kata Tjetjep.

Diduga menular ke warga Batam Selama tiga hari dan dua malam di Batam, keenam warga Singapura tersebut bertemu dengan satu orang pembantu dan sopir mereka.

Selanjutnya, sopir dan pembantu tersebut juga bertemu dengan keluarga mereka masing-masing.

Bahkan, pembantu juga bertemu dengan satu orang tukang ojek yang selama tiga hari itu mengantar dirinya dari rumah ke kediaman warga Singapura tersebut.

"Saat ini semuanya sudah dikarantina, bahkan sampai hari ketujuh masa inkubasi, semua dalam keadaan sehat," kata Tjetjep.

Untuk sopir yang pernah mengantar, saat ini dikarantina bersama istri dan dua orang anaknya.

Sementara, untuk pembantu, dikarantina bersama sembilan keluarganya yang tinggal bersama.

Kemudian, ditambah satu orang tukang ojek yang kerap mengantar jemput dirinya.

"Jadi total keseluruhan yang kami lakukan karantina ada 15 orang," ujar Tjetjep.

Tjetjep berharap agar masyarakat Kepri tidak perlu cemas dengan kejadian ini.

Sebab, di Batam sama sekali belum ada pasien yang positif terpapar virus corona.

"Artinya keempat pasien yang positif corona tersebut masuk ke Batam dalam kondisi masa inkubasi, karena mereka telah terjangkitnya di Singapura," kata Tjetjep.

Wali Kota Depok Mohammad Idris menyatakan 50 warga terindikasi virus corona, di mana satu di antaranya perawat.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ayu Ting Ting Kaget Dengar Kabar Warga Depok Positif Terinfeksi Virus Corona

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved