Berita Nasional
Kisah Marbot Masjid Yatim Piatu Dilantik Jadi Polisi
Bripda Ribut Fajar mengikuti seleksi dari awal tanpa didampingi keluarga hingga dirinya dilantik menjadi anggota Polri.
Ia gagal di tes psikologi.
Tes kedua gagal di kesehatan.
Dan pada tes ketiga ini, ia baru lulus.
Hingga akhirnya, ia dilantik menjadi keluarga besar Polri.
"Tidak putus asa, Alhamdulillah, tes ketiga saya lolos," kata Ribut Fajar, saat ditemui seusai upacara.
Sebelum menjadi anggota Polri, kata dia, kesehariannya menjadi seorang guru ngaji.
Ia juga menjadi penjaga (marbot) masjid.
Semua itu mampu dijalani berkat tekad yang kuat.
Ia tinggal dengan orangtua angkatnya.
"Kelulusan saya murni tanpa diminta biaya apapun," ujar dia.
Cita-cita menjadi abdi negara, kata dia, sudah tertanam sejak kecil.
• Kombes Polisi Asep Adi: Kita Tindak Tegas Penyebar Hoaks Virus Corona
• Warga Pringsewu Syok Mobilnya Disewa untuk Lakukan Aksi Pencurian: Ini Usaha Saya
• 8 Tahun Tak Masuk Kerja, 2 Polisi di Tanggamus Diberhentikan dengan Tidak Hormat
Ia ingin membahagiakan kedua orangtuanya yang telah tiada.
"Saya ingin membuktikan kepada kedua orangtua saya."
"Meskipun, mereka sudah meninggal bahwa saya selalu buat yang terbaik untuk mereka,” kata dia lagi.
Dalam kesempatan itu, Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol Rikwanto turut memberikan ucapan selamat kepada Bripda Ribut Fajar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kapolda-maluku-utara-brigjen-rikwanto-menyalami-bripda-ribut-fajar.jpg)