Viral Tisu Basah Dijadikan Masker Penangkal Virus Corona, Dokter Buka Suara

Viral Tisu Basah DIjadikan Masker Penangkal Virus Corona, Dokter Spesialis Paru Buka Suara

Tayang:
Viral media sosial dan WA Group
Viral Tisu Basah DIjadikan Masker Penangkal Virus Corona, Dokter Spesialis Paru Buka Suara 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Penyebaran virus corona yang kini merambah Indonesia berdampak pada melonjaknya harga masker di pasaran yang mencapai Rp 600 ribu per pak.

Melambungnya harga masker membuat orang bersiasat menggunakan bahan alternatif pengganti masker penutup mulut dan hidung.

Beredar video masker yang dibuat sendiri dari tisu basah.

Amankan menggunakan tisu basah sebagai masker penutup mulut dan hidung?

Bagaimana pendapat dokter spesialis paru-paru terkait viralnya penggunaan tisu basah untuk masker mulut dan hidung?  

Dua warga Indonesia yang berdomisili di Depok, Jawa Barat yang positif terkena virus corona membuat masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan.

Harga Masker Tembus Rp 300 Ribu karena Isu Corona, Menteri Ancam Oknum Penimbun Masker

2 Warga Depok Positif Corona, Ayu Ting Ting: Duh Serem Juga

Daftar RS Rujukan Penanganan Virus Corona di Lampung

Satu di antaranya adalah dengan mengenakan masker terutama saat berada di luar ruangan.

Beredar video di media sosial dan WhatsApp Group, tisu basah difungsikan sebagai masker.

Lembaran tisu basah dilipat, kemudian di bagian ujung digunting untuk membuat lobang.

Lobang tersebut difungsikan untuk mencantolkan tisu basah di kedua telinga.

Viral tisu basah dijadikan masker
Viral tisu basah dijadikan masker (Viral sosmed dan WA Group)

Lantas, bagaimana pandangan dokter mengenai hal tersebut?

Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Indriati Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Chrisrianto Edy Nugroho memberikan pandangannya.

Menurut dokter Chrisrianto, tisu basah tidak direkomendasikan untuk menjadi barang substitusi dari masker.

"Untuk tisu basah (dijadikan masker) belum ada penelitiannya, jadi tidak direkomendasikan," ujar Chrisrianto saat dihubungi Tribunnews, Senin (2/3/2020).

Chrisrianto menyebut yang direkomendasikan adalah masker yang sesuai dengan standar kesehatan.

"Yang direkomendasikan hanya masker bedah dan masker N95," ujarnya.

 

Chrisrianto juga mengungkapkan penggunaan masker harus dipertahikan dengan benar.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved