Pilkada Serentak 2020

Pilkada Serentak 2020, 100 Kecamatan di 8 Kabupaten/Kota Terindikasi Blank Spot dan Rawan Bencana

Bawaslu Lampung menginventarisir lebih dari 100 kecamatan, di 8 kabupaten/kota penyelenggara pilkada tahun 2020, teridentifikasi mengalami blank spot

Tribunlampung.co.id/Kiki
Ekspose pengawasan Bawaslu Lampung tahun 2020 di Tokopi Leipe, Korpri Bandarlampung, Rabu (4/3/2020). Pilkada Serentak 2020, 100 Kecamatan di 8 Kabupaten/Kota Terindikasi Blank Spot dan Rawan Bencana 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung menginventarisir lebih dari 100 kecamatan, di 8 kabupaten/kota penyelenggara pilkada tahun 2020, teridentifikasi mengalami kesulitan sinyal jangkauan telepon seluler.

Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah mengatakan, penyisiran dan inventarisasi daerah blank spot dan potensi bencana merupakan bentuk deteksi dini jajaran pengawas pemilu, agar mendapat perhatian seluruh stakeholder pada pilkada tahun 2020 diProvinsi Lampung.

Khoiriyah menyebutkan ada beberapa kabupaten/kota yang memiliki titik blank spot atau kesulitan sinyal.

Diantaranya, Lampung Tengah dengan jumlah 24 kecamatan, Lampung Timur dengan jumlah 23 kecamatan, dan Lampung Selatan 15 kecamatan.

"Ini yang memiliki titik blank spot sinyal tertinggi, dan ada daerah yang rawan bencana seperti banjir, longsor, tsunami dan gempa," ungkapnya, dalam ekspose pengawasan Bawaslu Lampung tahun 2020 di Tokopi Leipe, Korpri Bandar Lampung, Rabu (4/3/2020).

TPS di Kota Metro Bertambah, Pilkada 2020 Jadi 245 TPS

Golkar Lampung Terbuka untuk Koalisi di Pilkada

Nanang-Pandu Didukung NasDem, Rekomendasi untuk Pilkada Lamsel 2020

Arinal: Golkar Target Menang 4 Pilkada Serentak 2020

Lebih lanjut Khoiriyah menjelaskan, untuk daerah yang berpotensi banjir tertinggi, terdapat di Kota Bandar Lampung dengan 11 kecamatan, disusul Kabupaten Pesawaran dengan jumlah 9 kecamatan, dan Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Tengah sebanyak 8 kecamatan.

"Sedangkan untuk daerah yang berpotensi longsor tertinggi berada di Kabupaten Pesawaran sebanyak 7 kecamatan, disusul Bandar Lampung 6 kecamatan, dan Pesisir Barat 5 kecamatan," jelasnya.

Namun demikian, Khoir menyatakan untuk tsunami daerah yang berpotensi hanya pada Kabupaten Pesawaran 2 kecamatan dan Lampung Selatan 6 kecamatan.

"Potensi gempa bumi hanya ada pada Kota Bandar Lampung sebanyak satu kecamatan dan Kabupaten Pesawaran sebanyak 4 kecamatan," jelasnya.

Sementara itu, Koordinator divisi pengawasan Bawaslu Lampung, Iskardo P Panggar, menambahkan, Blank spot sendiri merupakam kondisi daerah dimana daerah tersebut tidak terjangkau oleh sinyal komunikasi seluler.

Halaman
12
Penulis: kiki adipratama
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved