Pilkada Bandar Lampung 2020
Eva Dwiana Ikut Penjaringan PPP
Balon Wali kota Bandar Lampung Eva Dwiana ikut penjaringan di DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Bandar Lampung.
Penulis: kiki adipratama | Editor: Reny Fitriani
Lalu siapa Deddy Amarullah, balon wakil wali kota Bandar Lampung pilihan Eva Dwiana?
Deddy pernah menjadi anak buah Wali Kota Herman HN yang juga suami Eva.
Deddy merupakan mantan pejabat teras Pemkot Bandar Lampung.
Terakhir sebelum pensiun, ia menjabat Asisten III Pemkot Bandar Lampung.
Catatan Tribun Lampung dan hasil penelusuran dari berbagai sumber, Deddy juga pernah menjabat Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkot Bandar Lampung.
Tak hanya itu, ia pernah menjabat Kepala Bagian Hukum Komisi Pemilihan Umum Bandar Lampung.
Saat ini, Deddy menjabat Ketua Ikatan Pensiunan Pegawai Negeri Sipil (IPPNS) Bandar Lampung.
Ia juga masih menjabat Ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Bandar Lampung periode 2016-2020.
Selain itu, Deddy juga pernah menjabat Ketua Korps Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Ragom Gawi dan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Bandar Lampung.
Panggilan PDI-P
Dalam rapat konsolidasi di kantor DPD PDI-P Lampung, Sabtu, sebanyak 16 balon kepala daerah dan wakil kepala daerah dari delapan kabupaten/kota hadir. Pantauan Tribun Lampung di kantor DPD PDI-P Lampung, Jalan Soekarno-Hatta, Bandar Lampung, rapat itu berlangsung tertutup.
Dari Bandar Lampung, hadir Eva Dwiana, M Yusuf Kohar, dan Wiyadi. Wiyadi adalah Ketua DPC PDI-P Bandar Lampung yang saat ini menjabat Ketua DPRD Bandar Lampung.
Sementara satu balon wali kota Bandar Lampung, yakni Rycko Menoza SZP, tidak hadir. Kepada Tribun Lampung, Sabtu petang, Rycko menyatakan telah meminta izin tidak bisa menghadiri panggilan PDI-P.
"Saya ada kegiatan lain di Bandar Lampung yang sudah saya agendakan sejak lama. Saya sudah izin melalui LO (liaison officer atau penghubung) tidak bisa hadir dalam acara DPD PDI-P," jelasnya.
Dari luar Bandar Lampung, hadir pasangan balon wali kota dan wakil wali kota Metro Anna Morinda-Fritz Akhmad Nuzir. Keduanya baru saja memperoleh rekomendasi dari DPP PDI-P.
Dari Pesawaran, hadir bupati saat ini, Dendi Ramadhona, lalu Ketua DPRD setempat M Nasir, serta Fadhil Hakim Yohansyah. Seusai rapat, Dendi menyebut pertemuan dengan PDI-P Lampung bertujuan membahas kesiapan dalam pilkada.
"Kami dipanggil semua sebagai balon kepala daerah. Dijelaskan kondisi PDI Perjuangan hari ini seperti apa," katanya.
Apakah ada pembahasan terkait rekomendasi, putra anggota DPR RI Zulkifli Anwar ini menyatakan belum ada.
"Belum, belum ada rekom. Siapa pun yang akan direkom, itulah calon yang terbaik," ujarnya.
Dari Way Kanan, hadir bupati dan wakil bupati saat ini, Raden Adipati Surya-Edward Antony. Lalu dua pasangan balon lainnya, yaitu Juprius-Juanda dan Rina Marlina-Hasbi.
Raden Adipati mengungkap pertemuannya dengan PDI-P Lampung membahas koalisi parpol pengusung.
"Tadi bahas koalisi. Saya jawab, saya akan bawa Demokrat kalau mau dikoalisikan," katanya.
Mitra Koalisi
DPD PDI-P Lampung menekankan kepada para balon kepala daerah di delapan kabupaten/kota agar mengupayakan rekomendasi dari parpol lain.
Dengan begitu, koalisi bersama PDI-P bisa terjalin.
Pasalnya, di antara delapan pilkada kabupaten/kota, PDI-P masih membutuhkan kursi tambahan untuk bisa mengusung pasangan calon.
Ketua DPD PDI-P Lampung Sudin menegaskan balon kepala daerah tidak bisa hanya menjanjikan rekomendasi parpol lain dengan alasan sudah membangun komunikasi yang baik.
"Saya sampaikan tadi kepada para balon, jangan hanya ngomong sudah bisa koalisi. Tapi, mana suratnya (rekomendasi)? Karena, kami di Lamsel kurang satu kursi, di Bandar Lampung kurang satu kursi, di Lampung Timur kurang satu kursi. Kalau hanya bicara, saya sudah komunikasi, nggak bisa. Yang kami butuhkan itu suratnya," jelas Sudin seusai pertemuan dengan para balon kepala daerah dan wakil kepala daerah.
Dalam pertemuan tersebut, ungkap Sudin, baru satu balon kepala daerah yang telah menunjukkan surat resmi rekomendasi parpol lain. Yaitu, balon bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto.
"Dari Lamsel tadi sudah ada rekomendasi (parpol lain). Paling tidak, akhir minggu depan, sebelum rakerda (rapat kerja daerah PDI-P), surat rekomendasi koalisi harus diserahkan. Lebih cepat lebih baik," kata Sudin yang juga anggota DPR RI ini.(Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/eva-dwiana-ikut-penjaringan-dpc-ppp.jpg)