Pilkada Bandar Lampung 2020

Eva Dwiana Ikut Penjaringan PPP

Balon Wali kota Bandar Lampung Eva Dwiana ikut penjaringan di DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Bandar Lampung.

Tayang:
Penulis: kiki adipratama | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi LO Eva Dwiana
Dua Liaison officer (LO) Syahronie dan Edwin Purba, ke Kantor PPP Kota setempat untuk mendaftar pada Rabu 4 Maret 2020 kemarin. Eva Dwiana Ikut Penjaringan PPP 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Bakal Calon (Balon) Wali kota Bandar Lampung Eva Dwiana ikut penjaringan di DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Bandar Lampung.

Eva Dwiana-mengutus dua Liaison officer (LO) Syahronie dan Edwin Purba, ke Kantor PPP Kota setempat untuk mendaftar pada Rabu 4 Maret 2020 kemarin.

Syahronie mengatakan Bunda Eva mengutus dirinya dan Edwin dalam mengambil sekaligus mengembalikan formulir pendaftaran Balon Wali Kota Bandar Lampung.

“Kami diutus Bunda Eva ke PPP untuk melakukan komunikasi terkait pendaftaran Beliau di PPP ini, bahkan sesuai amanat dari Bunda berkas formulir pendaftaran kami isi dan kami serahkan karena Bunda bersungguh-sungguh dalam mendaftar dan berkeinginan melakukan kerjasama politik dengan Partai Persatuan Pembangunan dalam pemenangan di Pilkada Bandar Lampung 2020 ini,” ungkap Ronie, Kamis (5/3/2020).

Ketua DPC PPP Bandar Lampung Busyairi membenarkan hal tersebut.

Yusuf Kohar, Eva Dwiana, dan Rycko Menoza Berebut Rekomendasi Perindo

Eva Dwiana Gaet Mantan Anak Buah Wali Kota Herman HN

KPU Lamteng Pastikan Tidak Ada Calon Independen

KPU Lampung Akan Rekrut 11.827 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih

Ia mengatakan pihaknya menerima langsung berkas Bunda Eva yang diberikan oleh utusanya itu.

"Jika di kemudian hari ada ha-hal yang dibutuhkan sebagai kelengkapan berkas Bunda Eva , maka nanti kami akan melakukan koordinasi dengan pihak Bunda Eva," ungkapnya.

Sesuai dengan jadwal, partai PPP masih membuka penjaringan hingga Jumat 6 Maret besok.

Kemudian, dalam proses pengembalian berkas pendaftaran balon dalam penjaringan PPP dapat dikonsultasikan dengan panitia Penjaringan Deks Pilkada DPC PPP.

Sehingga proses dan tahapan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ada untuk dilaksanakan baik oleh PPP dan Bakal Calon Walikota / Wakil Walikota Bandar Lampung 2020.

Yusuf Kohar, Eva Dwiana, dan Rycko Menoza Berebut Rekomendasi Perindo

DPD Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kota Bandar Lampung resmi menutup penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali kota.

Mereka akan bertarung dalam Pilkada Bandar Lampung 2020.

Ada empat bakal calon yang meramaikan bursa penjaringan DPD Perindo Bandar Lampung.

Tiga mendaftar sebagai balon wali kota, yakni Yusuf Kohar, Eva Dwiana, dan Rycko Menoza.

Sementara satu lainnya, Dedi Amarullah, mendaftar sebagai balon wakil wali kota.

Ketua Tim Penjaringan Perindo Bandar Lampung Usman Hasani mengatakan, penjaringan telah berlangsung selama 20 hari, yakni 5-25 Februari 2020.

"Iya penjaringan kita tutup pada 25 Februari hingga pukul 00.00. Perindo tidak menerima lagi pendaftaran balon kepala daerah. Selama proses penjaringan, keempat balon itu telah menyerahkan berkas sekaligus memaparkan visi-misi di kantor DPD Perindo," ungkapnya, Rabu (26/2/2020).

Usman menuturkan, hasil penjaringan tersebut akan diserahkan ke DPP Perindo.

Ia berharap, siapa pun yang nanti direkomendasikan oleh Partai Perindo dapat membawa Kota Bandar Lampung ke depan menjadi lebih baik sesuai dengan harapan masyarakat.

"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh bakal calon yang telah mengikuti mekanisme penjaringan di Partai Perindo. Kita akan serahkan ke DPP. Siapa pun nanti yang direkomendasikan mudah-mudahan bisa membawa Bandar Lampung menjadi lebih baik," tandasnya.

Eva Dwiana Gaet Mantan Anak Buah Wali Kota Herman HN

Teka-teki siapa yang akan mendampingi Eva Dwiana dalam Pilkada Bandar Lampung 2020 akhirnya terjawab.

Eva telah mengumumkan sosok tersebut.

Dia adalah Deddy Amarullah, mantan pejabat teras Pemkot Bandar Lampung alias anak buah Herman HN, suami Eva.

Sementara dua balon wali kota lainnya, Rycko Menoza SZP dan M Yusuf Kohar, belum mengumumkan pendampingnya.

Eva membeberkan sosok balon wakilnya tersebut seusai menghadiri rapat konsolidasi di kantor DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Lampung, Sabtu (22/2/2020).

Eva termasuk di antara 16 balon kepala daerah dan wakil kepala daerah dari delapan kabupaten/kota yang memenuhi panggilan PDI-P Lampung terkait pilkada.

"Wakil Bunda (sapaan akrab Eva), Deddy Amarullah, mantan Asisten III Pemkot (Bandar Lampung)," kata Eva kepada awak media.

Eva mengungkap alasannya memilih eks birokrat tersebut sebagai balon wakil wali kota.

"Dia sosok lelaki yang cerdas. Saya pilih dia karena segala sesuatunya harus bisa berkomunikasi dengan baik," ujar Eva yang kini menjabat anggota Komisi III DPRD Lampung dari PDI-P.

"Saya nilai dia bisa berbicara dengan mudah, bisa sependapat dan sejalan. Insya Allah bisa amanah, apapun yang terjadi," imbuhnya.

Terkait deklarasi bersama Deddy, Eva menyebut waktunya pada awal April mendatang.

Ia pun akan melakukan konsolidasi dengan semua pihak.

Adapun mengenai partai politik yang akan mengusungnya, Eva menyatakan akan mengumumkan secepatnya.

"Partai (yang akan mengusung) Bunda, sudah banyak. Nanti Bunda umumkan. PDI-P, insya Allah," jelas istri Wali Kota Bandar Lampung dua periode Herman HN ini.

Rycko dan Kohar

Bagaimana dengan dua balon wali kota Bandar Lampung lainnya, Rycko Menoza SZP dan M Yusuf Kohar?

Keduanya sejauh ini belum mengungkap siapa sosok yang akan mendampingi dalam Pilkada 2020.

Rycko menyebut balon wakilnya bisa berasal dari parpol maupun nonparpol.

Satu yang pasti, kata dia, pendamping pilihannya akan membawa tambahan dukungan untuknya.

"Wakil, bisa kader partai atau bukan. Asalkan bisa membawa tambahan dukungan," ujar mantan Bupati Lampung Selatan ini melalui pesan WhatsApp, Sabtu.

Sementara Yusuf Kohar merahasiakan sosok balon wakil wali kota yang akan mendampinginya.

"Rahasia dong," kata wakil wali kota Bandar Lampung ini seusai memenuhi panggilan PDI-P Lampung.

Siapa Deddy?

Lalu siapa Deddy Amarullah, balon wakil wali kota Bandar Lampung pilihan Eva Dwiana?

Deddy pernah menjadi anak buah Wali Kota Herman HN yang juga suami Eva.

Deddy merupakan mantan pejabat teras Pemkot Bandar Lampung.

Terakhir sebelum pensiun, ia menjabat Asisten III Pemkot Bandar Lampung.

Catatan Tribun Lampung dan hasil penelusuran dari berbagai sumber, Deddy juga pernah menjabat Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkot Bandar Lampung.

Tak hanya itu, ia pernah menjabat Kepala Bagian Hukum Komisi Pemilihan Umum Bandar Lampung.

Saat ini, Deddy menjabat Ketua Ikatan Pensiunan Pegawai Negeri Sipil (IPPNS) Bandar Lampung.

Ia juga masih menjabat Ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Bandar Lampung periode 2016-2020.

Selain itu, Deddy juga pernah menjabat Ketua Korps Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Ragom Gawi dan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Bandar Lampung.

Panggilan PDI-P

Dalam rapat konsolidasi di kantor DPD PDI-P Lampung, Sabtu, sebanyak 16 balon kepala daerah dan wakil kepala daerah dari delapan kabupaten/kota hadir. Pantauan Tribun Lampung di kantor DPD PDI-P Lampung, Jalan Soekarno-Hatta, Bandar Lampung, rapat itu berlangsung tertutup.

Dari Bandar Lampung, hadir Eva Dwiana, M Yusuf Kohar, dan Wiyadi. Wiyadi adalah Ketua DPC PDI-P Bandar Lampung yang saat ini menjabat Ketua DPRD Bandar Lampung.

Sementara satu balon wali kota Bandar Lampung, yakni Rycko Menoza SZP, tidak hadir. Kepada Tribun Lampung, Sabtu petang, Rycko menyatakan telah meminta izin tidak bisa menghadiri panggilan PDI-P.

"Saya ada kegiatan lain di Bandar Lampung yang sudah saya agendakan sejak lama. Saya sudah izin melalui LO (liaison officer atau penghubung) tidak bisa hadir dalam acara DPD PDI-P," jelasnya.

Dari luar Bandar Lampung, hadir pasangan balon wali kota dan wakil wali kota Metro Anna Morinda-Fritz Akhmad Nuzir. Keduanya baru saja memperoleh rekomendasi dari DPP PDI-P.

Dari Pesawaran, hadir bupati saat ini, Dendi Ramadhona, lalu Ketua DPRD setempat M Nasir, serta Fadhil Hakim Yohansyah. Seusai rapat, Dendi menyebut pertemuan dengan PDI-P Lampung bertujuan membahas kesiapan dalam pilkada.

"Kami dipanggil semua sebagai balon kepala daerah. Dijelaskan kondisi PDI Perjuangan hari ini seperti apa," katanya.

Apakah ada pembahasan terkait rekomendasi, putra anggota DPR RI Zulkifli Anwar ini menyatakan belum ada.

"Belum, belum ada rekom. Siapa pun yang akan direkom, itulah calon yang terbaik," ujarnya.

Dari Way Kanan, hadir bupati dan wakil bupati saat ini, Raden Adipati Surya-Edward Antony. Lalu dua pasangan balon lainnya, yaitu Juprius-Juanda dan Rina Marlina-Hasbi.

Raden Adipati mengungkap pertemuannya dengan PDI-P Lampung membahas koalisi parpol pengusung.

"Tadi bahas koalisi. Saya jawab, saya akan bawa Demokrat kalau mau dikoalisikan," katanya.

Mitra Koalisi

DPD PDI-P Lampung menekankan kepada para balon kepala daerah di delapan kabupaten/kota agar mengupayakan rekomendasi dari parpol lain.

Dengan begitu, koalisi bersama PDI-P bisa terjalin.

Pasalnya, di antara delapan pilkada kabupaten/kota, PDI-P masih membutuhkan kursi tambahan untuk bisa mengusung pasangan calon.

Ketua DPD PDI-P Lampung Sudin menegaskan balon kepala daerah tidak bisa hanya menjanjikan rekomendasi parpol lain dengan alasan sudah membangun komunikasi yang baik.

"Saya sampaikan tadi kepada para balon, jangan hanya ngomong sudah bisa koalisi. Tapi, mana suratnya (rekomendasi)? Karena, kami di Lamsel kurang satu kursi, di Bandar Lampung kurang satu kursi, di Lampung Timur kurang satu kursi. Kalau hanya bicara, saya sudah komunikasi, nggak bisa. Yang kami butuhkan itu suratnya," jelas Sudin seusai pertemuan dengan para balon kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Dalam pertemuan tersebut, ungkap Sudin, baru satu balon kepala daerah yang telah menunjukkan surat resmi rekomendasi parpol lain. Yaitu, balon bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto.

"Dari Lamsel tadi sudah ada rekomendasi (parpol lain). Paling tidak, akhir minggu depan, sebelum rakerda (rapat kerja daerah PDI-P), surat rekomendasi koalisi harus diserahkan. Lebih cepat lebih baik," kata Sudin yang juga anggota DPR RI ini.(Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved