Kisah 2 Prajurit Kostrad Duel Hidup Mati dengan Si Rambut Kribo
tim Kostrad memang harus bertempur dengan sangat hati-hati dan penuh perhitungan.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Sebagai pasukan terlatih yang siap dikirim ke berbagai medan tempur, pasukan Komando Strategis Angkatan Darat ( Kostrad) merupakan pasukan yang kenyang pengalaman.
Salah satu pertempuran yang pernah djalankan oleh para prajurit Kostrad TNI adalah menumpasan Gerakan Pengacau Keamanan ( GPK) di Timor Timur (sekarang Timor Leste).
Hampir tiga bulan melakukan operasi, tim belum menemukan sasaran yang dicari.
• Anggota TNI Tewas Diserang Gajah, Pangdam: Serka Iskandar Pahlawan
• Mahasiswa Bikin Jenderal Andika Perkasa Kepincut, Kondisi Ririn Kini setelah Jadi Prajurit TNI
• Berawal dari Debt Collector Tarik Paksa Motor Nasabah, Anggota TNI dan Polisi Diterjunkan
Beberapa kontak senjata sempat terjadi, namun belum membuahkan hasil.
Lewat bulan ketiga barulah tim menemukan jejak. Kala itu hari Jumat menjelang siang.
Usai beristirahat di pinggir sungai dekat laut di daerah Laga, tiba-tiba tim menemukan jejak bekas orang mengambil air di sungai.
Tim pun dibagi dua kelompok. Kelompok Sanca beranggota 10 orang dipimpin Tandyo bergerak ke depan.
Sementara kelompok Cobra beranggota lima orang tetap di basis operasi.
Benar saja, setelah bergerak, tim Sanca menemukan pos musuh, dan tiba-tiba satu tembakan SS-1 meluncur ke arah dari arah musuh.
Tim segera berpencar dalam jarak pandang aman bersenjatakan M-16, SS-1, GLM dan granat.
Saat itu masing-masing personel membawa tujuh magasen sehingga hanya bisa digunakan untuk pertempuran jangka pendek.
Kopda Syamsul Bahri dan Pratu Ali Fikri melambung ke kiri sambil melancarkan tembakan gencar untuk pembersihan.
Benar saja, tiba-tiba tampak sekelebat dua orang berlari.
Satu orang sambil menembakkan senapan M-16 ke atas dan tidak terarah.
Tim terus mengejar. Sampailah mereka di pinggir jurang dekat laut.
Musuh meloncat ke situ dan bersembunyi di balik batu.
Menghadapi musuh yang telah bersembunyi dan siap melancarkan serangan balasan, tim Kostrad memang harus bertempur dengan sangat hati-hati dan penuh perhitungan.
Tandyo memerintahkan Syamsul dan Ali terjun ke jurang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pasukan-raider-kostrad.jpg)