Kondisi 2 Preman setelah Dijemput Denpom TNI karena Mengeroyok Tentara

Kondisi 2 Preman setelah Dijemput Denpom TNI karena Mengeroyok Tentara . . .

TRIBUN MEDAN/INFO KOMANDO
Pelaku dan korban. Nasib preman pasar kini setelah nekat keroyok anggota TNI dari Yonif Raider Praka Bambang Zulkifli, personel gabungan turun tangan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Dua preman ditangkap tentara Denpom bersama polisi karena mengeroyok seorang anggota TNI di pasar. 

Instagram Polda Sumut menyebutkan identitas 2 pelaku pengeroyok anggota TNI AD Praka Bambang bernama Anwar Efendi alias Uli (45) dan Rifandi alias Aban (39).

Saat kejadian pelaku Rifandi alias Aban sedang mabuk.

Sehingga terus memukuli Praka Bambang hingga berlumuran darah.

Pemukulan Praka Bambang tak hanya dilakukan dua pelaku, ada 2 pelaku lain yang masih buron.

Operasi Besar-besaran, Preman Pasar Kocar-kacir Diburu Polisi hingga Jadi Tontonan Warga

Sudah Mengaku sebagai Tentara, Anggota TNI AD Tetap Dikeroyok Puluhan Preman Pasar

Muda Mudi Dipaksa Preman Berhubungan Intim Saat Pacaran di Tempat Sepi

Peristiwa pengeroyokan terjadi pada 1 Maret 2020, kala itu Praka Bambang sedang menemani saudaranya berjualan ayam di Pasar Palapa Brayan.

Polsek Medan Barat langsung menangkap pelaku pengeroyokan setelah mendapat laporan dari Praka Bambang.

Polisi tak bergerak sendiri, mereka didampingi personil Kodim 0201/BS dan Denpom.

"Kedua tersangka diamankan di Gang Perjuangan Pasar 8 Medan Marelan tepatnya di rumah W Sinaga oleh personel gabungan Polsek Medan Barat, Kodim 0201/BS dan Denpom I/5 Medan pada Senin (2/3/2020) sekira pukul 00.45 WIB," kata Kapolsek Medan Barat Kompol Afdhal Junaedi.

Dikatakan Kapolsek bahwa Rifandi alias Aban merupakan pelaku utama pengeroyokan Praka Bambang Zulkifli, anggota Yonif Raider 111/KB Tualang Cut.

"Peristiwa pengeroyokan itu bermula saat korban bersama Nanang Arianto (38) memarkirkan mobil pick up yang bemuatan ayam potong untuk dijual di Pasar Palapa," urai Kompol Afdhal.

Kemudian, sambung Kapolsek, korban didatangi Rifandy alias Aban yang saat itu diduga dalam keadaan mabuk akibat pengaruh minuman beralkohol.

"Ia mendatangi korban untuk meminta ayam potong yang mau dijual. Namun tanpa izin, Aban memanjat mobil secara paksa untuk mengambil ayam potong milik korban. Hal ini menyebabkan pertengkaran dan perkelahian Rifandy dan Bambang," urai Kompol Afdhal.

Nanang mencoba melerai perkelahian tersebut, tetapi datang teman Aban, inisial A alias AC dan UM, keduanya DPO menyerang Nanang dan Praka Bambang.

"Situasi saat itu bertambah ramai karena beberapa orang ikut memukuli kedua korban. Tak lama personel Polsek Medan Barat datang dan mengamankan Anwar alias Uli. Sementara pelaku lainnya pengeroyokan melarikan diri," beber Kompol Afdhal.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved