Tribun Tulangbawang Barat

Jelang Bulan Ramadan, Pengepul Buah Kolang-kaling Mulai Banyak di Tubaba

Menjelang datangnya bulan suci ramadhan 1441 hijriah, puluhan pengepul kolang-kaling mulai bermunculan di Kabupaten Tubaba.

Tribunlampung.co.id/Endra
Pengepul kolang-kaling di Tubaba. Jelang Bulan Ramadan, Pengepul Buah Kolang-kaling Mulai Banyak di Tubaba 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PANARAGAN - Menjelang datangnya bulan suci ramadhan 1441 hijriah, puluhan pengepul kolang-kaling mulai bermunculan di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).

Mereka memanfaatkan potensi buah aren yang banyak tumbuh di wilayah itu.

Apalagi mengingat Tubaba memilik potensi yang banyak tumbuh subur, buah yang berasal dari batang aren yang dipercayai sebagai makanan lezat dapat membantu nutrisi tulang.

Seorang perajin kolang-kaling bernama Sulman mengatakan, saat ini setiap pekan bisa menjual hingga satu ton kolang-kaling segar.

Padahal sebelumnya permintaan ini paling banyak 500 kilogram per pekan.

Lebih Dekat Melihat Proses Pengolahan Kolang-kaling di Tahura Wan Abdul Rachman

VIDEO: Yuk Intip Pembuatan Kolang-kaling di Sukarame II

Pencurian Sapi di Mesuji, Pelaku Bawa Sapi Curian ke Daerah Lamteng untuk Dijual

Negara Rugi Rp 4,88 Miliar, Tipikor Pembangunan Lantai 2 dan 3 RSUD Pesawaran

"Permintaan kolang-kaling ini akan terus meningkat hingga memasuki bulan ramadhan nanti. Kolang-kaling ini kami jual ke pengepul yang ada di desa sini. Selanjutnya mereka jual ke seluruh pasar tradisional di Tubaba dan bahkan diluar Tubaba," terang Sulman, Jumat (06/03/2020).

Dia mengatakan, saat ini harga kolang-kaling di tingkat pengepul masih berkisar Rp 10 ribu per kilogram.

Namun, makin mendekati bulan puasa, harganha bisa mencapai Rp 15 ribu per kilogram.

"Kolang-kaling ini diambil dari kebun sendiri dan sebagian lagi dibeli dari kebun warga lainnya dengan harga Rp 100 ribu per tandan," katanya.

Setelah direbus dan dikupas setiap tandan bisa menghasilkan hingga 50 kilogram kolang-kaling bersih.

Untuk mengolah kolang-kaling ini Sulman dibantu oleh dua orang pekerja.

Setiap hari ia bisa menghasilkan 50-60 kilogram kolang-kaling.

Namun produksi ini masih tergantung dengan jumlah pekerja yang membantunya terutama untuk pengupasan buah.

Sulman mengatakan, luas kebun aren di wilayahnya saat ini mencapai puluhan hektare yang tersebar di beberapa tempat kebun milik warga.

"Untuk di dusun ini saja ada ratusan hektare, belum lagi di dusun lainnya," tandasnya.(Tribunlampung.co.id/endra zulkarnain)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved