Lakalantas di Pintu Tol Lampung
Truk Fuso yang Alami Lakalantas Maut di Pintu Tol Lampung Sempat Bunyikan Klakson Panjang
Sebelum menabrak belasan motor, truk fuso bermuatan gula sempat membunyikan klakson panjang beberapa meter sebelum pintu tol Pelabuhan Bakauheni.
"Truk oleh dari arah kiri ke sebelah kanan, dalam kondisi kecepatan tinggi tak bisa mengendalikan kendaraannya, lalu menabrak bagian belakang pikap hingga ringsek," jelasnya.
Daftar Panjang Lakalantas di Tol Lampung
Di sisi lain, Peristiwa lakalantas maut yang menewaskan 2 orang di Tol Lampung kilometer 33 pada Minggu (23/2/2020) dini hari, menambah panjang daftar kecelakaan yang terjadi di jalan tol.
Dari data PT Hutama Karya Tol cabang ruas Bakauheni–Terbanggi Besar selama Tahun 2019 lalu, setidaknya terjadi 117 kecelakaan.
Pengemudi yang mengantuk menjadi faktor terbanyak penyebab terjadinya lakalantas.
Di mana 40 persen kecelakaan yang terjadi di Tol Lampung, karena pengemudi kehilangan kendali akibat mengantuk.
“Kami selalu mengingatkan kepada para pengemudi, jika memang kondisi badan letih dan mengantuk, lebih baik beristirahat sejenak guna memulihkan kondisi tubuh,” kata Hanung Hanindito, Kacab PT HK Tol cabang ruas Bakauheni–Terbanggi Besar.
Imbauan PT Hutama Karya
Pihak PT. Hutama Karya Tol cabang ruas Bakauheni–Terbanggi Besar, kembali mengingatkan para pengguna jalan tol untuk tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan ketika dalam kondisi mengantuk.
Imbauan tersebut merujuk pada kejadian lakalantas maut yang melibatkan 2 truk colt disel terjadi tepatnya di Tol Lampung kilometer 33, Kalianda, Lampung Selatan, sekira pukul 03.30 WIB, Minggu (23/2/2020).
Kepala cabang PT HK Tol ruas Bakauheni–Terbanggi Besar, Hanung Hanindito menyarankan, agar para pengendara beristirahat sejenak, guna memulihkan kondisi fisik dan konsetrasi, di rest area sementara yang ada di sepanjang jalan tol.
“Kami mengingatkan kepada para pengemudi untuk tidak memaksakan diri, jika kondisinya mengantuk atau letih,” kata Hanung Hanindito kepada Tribunlampung.co.id, Minggu (23/2/2020).
Menurut Hanung, dari data kecelakaan yang terjadi di Tol Lampung ruas Bakauheni–Terbanggi Besar, sebagian besar terjadi pada malam hari dan dini hari.
“Dari data, kecelakaan yang terjadi sebagian pada malam dan dini hari, dan sebagian di antaranya karena faktor pengemudi yang mengantuk,” kata Hanung.
Guardrail Rusak
Sebelumnya, akibat lakalantas maut yang terjadi pada Minggu (23/2/2020) dini hari di Tol Lampung kilometer 33, Lampung Selatan, guardrail (pembatas jalan tol) di lokasi kejadian rusak sepanjang 100 meter.
“Benar, akibat lakalantas Minggu dini hari, guardrail di lokasi kejadian rusak akibat tertabrak kendaraan truk colt disel yang mengalami kecelakaan,” kata Kepala Cabang PT Hutama Karya Tol ruas Bakauheni–Terbanggi Besar, Hanung Hanindito kepada Tribunlampung.co.id, Minggu (23/2/2020).