Tumpukan Emas Batangan di Museum Bank Indonesia Bikin Takjub
Pada hari terakhir, rombongan awak media berkesempatan mengunjungi Museum Bank Indonesia di Jakarta Barat. Ada rasa takjub saat berada di museum ini.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Sebanyak 23 wartawan ekonomi dan bisnis dari media cetak dan online di Lampung mengikuti Pelatihan Wartawan Regional Lampung 2020 oleh Bank Indonesia Perwakilan Lampung, Kamis (5/3/2020) hingga Sabtu (7/3/2020).
Pada hari terakhir, rombongan awak media berkesempatan mengunjungi Museum Bank Indonesia di Jakarta Barat. Ada rasa takjub saat berada di museum ini.
Setibanya di Museum Bank Indonesia, petugas menyambut ramah para awak media peserta pelatihan.
Satu per satu wartawan melakukan registrasi. Lalu menitipkan barang bawaan seperti tas kepada petugas demi keamanan.
• 23 Jurnalis Antusias Ikuti Pelatihan Bank Indonesia, Kunjungi Museum BI di Jakarta
• Bank Indonesia Ajak Milenial Bangkitkan Ekonomi Digital Lampung Melalui FesKaBI 2019 dan BI Corner
• Tulisan Kemarahan Siswi SMP yang Bunuh Bocah di Jakarta
Memasuki Museum Bank Indonesia, seorang pemandu kunjungan bernama Muhammad Fahmi menemani para wartawan.
Pertama, ia memberi penjelasan singkat tentang sejarah bangunan Bank Indonesia (BI) dari masa kolonial hingga pasca kemerdekaan Indonesia.
"Museum ini sebagai cagar budaya peninggalan De Javasche Bank. Gedung yang dibangun pada 1828 ini mulanya digunakan sebagai rumah sakit, Binnen Hospital. Setelah lama tidak digunakan, akhirnya dijadikan bank oleh pihak Belanda," tutur Fahmi.
Setelah itu, sang pemandu mengajak rombongan wartawan memasuki ruang teater.
Di sini, peserta kunjungan menyaksikan film pendek mengenai sejarah BI dari masa kolonial sampai reformasi.
Pemandu juga mengajak para wartawan menelusuri sejumlah labirin. Di setiap dinding labirin terdapat gambar dan patung replika yang mengisahkan sejarah BI dari masa kolonial, pasca kemerdekaan, sampai reformasi.
"Dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1953 tentang Penetapan Undang-Undang Pokok Bank Indonesia, dijelaskan bahwa Bank Indonesia didirikan untuk menggantikan De Javasche Bank, sekaligus bertindak sebagai bank sentral Indonesia," papar Fahmi.
Replika Emas Batangan
Suasana tempo dulu pun sangat terasa tatkala pemandu membawa rombongan wartawan menuju sebuah ruangan. Di dalam ruangan ini berisi beberapa patung yang menggambarkan aktivitas BI zaman dulu.
Ruang itu adalah ruang kerja direktur, gubernur, dan ruang rapat direksi yang letaknya berdampingan. Di sini lah para pemimpin BI ketika itu melakukan rapat kerja dan aktivitas lainnya.
"Ini ruang rapat direksi. Jadi, di sinilah ruangan di mana pimpinan dengan serius, bahkan sampai pada tensi tinggi jika berdebat membahas persoalan bank saat itu," beber Fahmi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/tumpukan-emas-batangan-di-museum-bank-indonesia.jpg)