Amukan Gajah Liar di Pesisir Barat

Gajah Liar yang Masuk Pemukiman Warga Telah Diusir Kembali ke Hutan TNBBS

Petugas TNBBS, Sukirno mengatakan, pihaknya telah berhasil melakukan pengusiran gajah liar menuju wilayah hutan TNBBS pada Minggu (08/03/2020) malam.

Penulis: Ade Irawan | Editor: Noval Andriansyah
TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY
Ilustrasi petugas selamatkan gajah liar - Gajah Liar yang Masuk Pemukiman Warga Telah Diusir Kembali ke Hutan TNBBS. 

Warga Pekon Sumberejo Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) mengalami luka-luka akibat diserang gajah liar, pada Minggu (8/3/2020) sekira pukul 21.00 WIB.

Peratin Pekon Sumberejo, Tomi Setiawan mengatakan, kawanan gajah liar diperkirakan telah masuk ke wilayah Pekon Sumberejo sekitar pukul 18.30 WIB dan diperkirakan berjumlah lima ekor.

"Saat itu juga warga langsung melakukan pemantauan sekitar pukul 21.00 WIB, pasalnya kawanan gajah itu semakin dekat dengan pemukiman warga," ujar Tomi, Senin (09/03/2020).

“Kawanan gajah itu terus mendekati pemukiman warga dengan jarak hingga 20 meter dari pemukiman warga,” lanjutnya.

Warga Heboh

Sebelumnya, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN Tugu Ratu Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat (Lambar) mendadak riuh.

Riuhnya suasana itu berawal dari adanya siswa yang diduga melihat gajah liar berada di areal perkebunan yang berupa bukit di belakang sekolah tersebut.

Spontan, kejadian itu mengundang suasana gaduh warga sekitar sekolah tersebut.

Sejumlah warga langsung heboh dan berkumpul untuk memastikan kabar adanya gajah liar yang mendekati sekolah dan permukiman warga tersebut.

Tak terkecuali kepolisian dan TNI juga langsung berdatangan dan mengimbau agar masyarakat tidak panik.

Bintara Pembina Desa (Bhabinsa) Koramil Batu Brak, Koptu Dwi Winarno mengatakan, ia langsung turun ke lokasi setelah mendapatkan kabar bahwa ada gajah yang mendekati SDN Tugu Ratu.

Keterangan yang diperoleh dari warga, ada satu ekor gajah yang sempat terlihat.

”Kami belum bisa memastikan berapa jumlah gajah yang sempat terlihat tersebut, tetapi dari keterangan warga ada satu ekor," ujar Dwi, Rabu (04/03/2020).

"Kami masih akan terus memantau di sekitar lokasi, termasuk mengimbau masyarakat agar tidak panik, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas pekon setempat, Bripka Sidik H yang juga turut turun ke lokasi mengungkapkan, tidak ditemukan jejak kaki ataupun kotoran saat pihaknya terjun langsung untuk menelusuri kebenaran isu tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved