Amukan Gajah Liar di Pesisir Barat

Khawatir Gajah Liar Masuk Pemukiman Warga Lagi, Warga Bengkunat Tetap Berjaga

Warga Pekon Sumberejo, Bengkunat, Pesisir Barat (Pesbar), masih berjaga-jaga di wilayah setempat, khawatir gajah liar kembali datang.

Dokumentasi CRU Das Peusangan via Tribunnews.com
Ilustrasi - Tim BKSDA Aceh menurunkan tiga ekor gajah jinak untuk menghalau puluhan gajah liar yang mendiami kawasan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Minggu (1/12/2019). Khawatir Gajah Liar Masuk Pemukiman Warga Lagi, Warga Bengkunat Tetap Berjaga. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LIWA - Warga Pekon Sumberejo, Bengkunat, Pesisir Barat (Pesbar), masih berjaga-jaga di wilayah setempat, khawatir gajah liar kembali datang.

Petugas TNBBS, Sukirno mengatakan, meski sudah berhasil mengusir kembali kawanan gajah liar tersebut, pihaknya bersama babinsa, bhabinkamtibmas dan warga setempat tetap melakukan penjagaan.

"Walau sudah diusir, tapi tetap, untuk saat ini kami bersama-sama aparat dan warga tetap berjaga-jaga, takut gajah liar kembali," ungkap Sukirno, Senin (9/3/2020).

Setelah aparat Pekon Sumberejo, Bengkunat, Pesisir Barat (Pesbar) berkoordinasi dengan pihak TNBBS, gajah liar yang masuk ke pemukiman warga berhasil diusir, masuk kembali ke dalam hutan TNBBS, pada Minggu (08/03/2020) malam.

Petugas TNBBS, Sukirno mengatakan, pihaknya telah berhasil melakukan pengusiran gajah liar menuju wilayah hutan TNBBS pada Minggu (08/03/2020) malam.

Sukirno pun memastikan, hanya ada satu korban dalam peristiwa serangan gajah liar ke pemukiman warga tersebut.

Saat ini, menurut Sukirno, kondisi korban tersebut sudah membaik.

"Hanya ada satu korban, dan kondisinya sekarang sudah membaik dan sudah pulang ke rumah," tandas Sukirno.

Saat Musim Panen

Warga di Pekon Sumberejo Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), memang kerap berkonflik dengan gajah liar, setiap tahunnya.

Hal tersebut diungkapkan Peratin Pekon Sumberejo Tomi Setiawan.
Terutama, kata Tomi, saat musim panen.
Menurut Tomi Setiawan, Pekon Sumberejo menjadi salah satu wilayah perlintasan kawanan gajah liar dari dalam hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).
Bahkan, kata Tomi, hampir setiap tahun masyarakat kerap mengalami konflik dengan gajah liar tersebut.

“Biasanya saat masyarakat sedang musim atau menjelang panen seperti jagung, padi dan lainnya, kerap dirusak oleh gajah liar tersebut,” ucap Tomi, Senin (9/3/2020).

Pascamenyerang salah seorang warga Pemangku II Pekon Sumberejo, hingga kini kawanan gajah liar dari dalam kawasan hutan TNBBS itu, terpantau masih berada tidak jauh dari wilayah pemukiman penduduk.
Tomi memastikan, sampai sekarang masyarakat masih berjaga-jaga untuk melakukan penghalauan kawanan gajah liar tersebut.
Tomi juga mengimbau, agar warga tetap waspada.
Tomi menuturkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan resort TNBBS setempat.
Tomi berharap, kawanan gajah liar itu segera masuk kembali ke dalam hutan TNBBS, dan tidak kembali ke pemukiman warga.
“Kita juga sudah berkoordinasi dengan resort TNBBS di wilayah ini, diharapkan persoalan gajah liar tersebut bisa segera ditangani,” tutur Tomi.
Selamatkan Diri

Gajah liar memasuki ke Pekon Sumberejo Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) hanya berjarak 20 meter dari pemukiman warga.

Karena khawatir, ungkap Peratin Pekon Sumberejo Tomi Setiawan, masyarakat di wilayah Pemangku II tersebut langsung melakukan penghalauan dengan mengusir kawanan gajah tersebut agar tidak masuk ke pemukiman penduduk.

Namun saat melakukan penghalauan, salah satu warga bernama Ujar Padi bin Kastari, Tiba-tiba ditabrak kawanan gajah dari arah belakang.

Beruntung, warga tersebut berhasil lari dan menyelamatkan diri.

“Warga tersebut terpental, beruntung dia berhasil menyelamatkan diri dari amukan gajah,” ungkap dia.

Dijelaskan Tomi, akibat kejadian itu warga tersebut mengalami luka robek pada bagian dagu dan hingga kini masih kesulitan untuk bergerak.

“Warga yang terluka itu langsung dibawa ke Puskesmas setempat untuk menjalani perawatan,” jelas Tomi.

Gajah Liar Masuk Pemukiman Warga

Warga Pekon Sumberejo Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) mengalami luka-luka akibat diserang gajah liar, pada Minggu (8/3/2020) sekira pukul 21.00 WIB.

Peratin Pekon Sumberejo, Tomi Setiawan mengatakan, kawanan gajah liar diperkirakan telah masuk ke wilayah Pekon Sumberejo sekitar pukul 18.30 WIB dan diperkirakan berjumlah lima ekor.

"Saat itu juga warga langsung melakukan pemantauan sekitar pukul 21.00 WIB, pasalnya kawanan gajah itu semakin dekat dengan pemukiman warga," ujar Tomi, Senin (09/03/2020).

“Kawanan gajah itu terus mendekati pemukiman warga dengan jarak hingga 20 meter dari pemukiman warga,” lanjutnya.

Warga Heboh

Sebelumnya, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN Tugu Ratu Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat (Lambar) mendadak riuh.

Riuhnya suasana itu berawal dari adanya siswa yang diduga melihat gajah liar berada di areal perkebunan yang berupa bukit di belakang sekolah tersebut.

Spontan, kejadian itu mengundang suasana gaduh warga sekitar sekolah tersebut.

Sejumlah warga langsung heboh dan berkumpul untuk memastikan kabar adanya gajah liar yang mendekati sekolah dan permukiman warga tersebut.

Tak terkecuali kepolisian dan TNI juga langsung berdatangan dan mengimbau agar masyarakat tidak panik.

Bintara Pembina Desa (Bhabinsa) Koramil Batu Brak, Koptu Dwi Winarno mengatakan, ia langsung turun ke lokasi setelah mendapatkan kabar bahwa ada gajah yang mendekati SDN Tugu Ratu.

Keterangan yang diperoleh dari warga, ada satu ekor gajah yang sempat terlihat.

”Kami belum bisa memastikan berapa jumlah gajah yang sempat terlihat tersebut, tetapi dari keterangan warga ada satu ekor," ujar Dwi, Rabu (04/03/2020).

"Kami masih akan terus memantau di sekitar lokasi, termasuk mengimbau masyarakat agar tidak panik, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas pekon setempat, Bripka Sidik H yang juga turut turun ke lokasi mengungkapkan, tidak ditemukan jejak kaki ataupun kotoran saat pihaknya terjun langsung untuk menelusuri kebenaran isu tersebut.

”Jadi sampai sekarang belum bisa kami pastikan bahwa informasi ini benar atau tidak, karena kami masih melakukan pemantauan," jelas Sidik.

"Tetapi, yang pasti dan penting sekarang ini, kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan terus berhati-hati,” tuturnya.

Peratin Pekon Tugu Ratu, Basuki mengimbau, masyarakat untuk berhati-hati saat melakukan aktivitas berkebun atau ke hutan dengan adanya informasi terkait adanya gajah.

”Meskipun sebenarnya belum bisa dipastikan karena keberadaan pastinya belum ditemukan oleh masyarakat bersama Bhabinkmatibmas dan Babinsa, namun saya mengimbau kepada masyarakat agar terus berhati-hati, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.

Warga di Pekon Sumberejo Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), memang kerap berkonflik dengan gajah liar, setiap tahunnya, terutama saat musim panen tiba. (Tribunlampung.co.id/Ade Irawan)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved