Tribun Lampung Utara
Kisah Atlet Pencak Silat Teratai Putih Lampura, Berhasil Toreh Prestasi Meski Tanpa Dukungan Pemkab
8 pelajar baik tingkat SD, SMP maupun SMA berhasil meraih medali emas, perak dan perunggu dalam ajang turnamen Lampung Internasional Championship V.
Penulis: anung bayuardi | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Prestasi ditorehkan oleh pelajar di kabupaten Lampung Utara yang tergabung dalam seni olahraga pencak silat.
Dimana dari 11 ada 8 pelajar baik tingkat SD, SMP maupun SMA berhasil meraih medali emas, perak dan perunggu dalam ajang turnamen Lampung Internasional Championship V di Aula GSG Unila Provinsi Lampung.
Ayi Sobri selaku pelatih Perguruan Pincak Silat Teratai Putih Lampung Utara, mengatakan berkat semangat dan kerja keras selama ini, para atlet cabang pencak silat dari Perguruan Teratai Putih berhasil meraih prestasi yang cukup memuaskan.
Dimana para atlet yang mengikuti turnamen internasional ini berhasil meraih medali emas, perak dan perunggu.
"Terimakasih, atas berkat doa dan dukungannya seluruh masyarakat, para atlet pencak silat berhasil menorehkan hasil yang memuaskan dengan membawa nama baik Lampung Utara di tingkat internasional,” katanya, Jumat 13 Maret 2020.
• Kisah Mahasiswa UIN Raden Intan Raih Emas Pencak Silat, Ali Sempat Alami Pecah Bibir saat Tanding
• Kisah Siswi SMP di Pringsewu Jatuh dari Motor karena Senggol Truk, Terpaksa Naik Motor ke Sekolah
• Inafis Polres Way Kanan Berhasil Ungkap Identitas Mayat Asal Kampung Lembasung
• SMK Berharap Listrik Tak Padam, UNBK SMK Digelar 16-19 Maret Diikuti 44.478 Peserta
Meskipun tidak mendapatkan perhatian dari Pemerintah Daerah Lampung Utara (Lampura) ketika akan mengikuti ajang Lampung Internasional Champianship V di Aula GSG Unila Lampung, tidak patah semangat bagi anak didiknya tersebut.
Keberangkatan para putra dan putri daerah untuk berlaga di cabor pencak silat harus menggunakan dana pribadi.
Namun, hal itu tidak mematahkan semangat mereka, Justru yang ada mereka tetap berusaha, berdoa dan berlatih demi memperebutkan juara bergengsi tersebut.
Ayi Sobri selaku pelatih menceritakan keberangkatan mereka mengikuti turnamen Lampung Internasional Championship V menggunakan dana pribadi.
Sebab, Proposal yang diajukan ke Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) dan DPRD Lampura tidak terealisasi.
Ia mengaku ada kisah tidak mengenakan saat laga tersebut.
Tak adanya dukungan dan support dari pemerintah daerah, tidak mematahkan semangat para atletnya untuk berjuang demi meraih kemenangan.
"Bahkan mereka semua mampu membuktikan kepada Pemkab Lampura dengan meraih 2 emas, 7 perak dan 2 perunggu,” ujarnya, Jumat (13/3/2020).
Sebelum bertanding, Ia selalu berpesan kepada para anak didiknya untuk selalu fokus pada laga yang akan dijalani.
Meskipun selama berlatih, hanya mengandalkan sarana prasana seadanya.
"Kita harus tunjukkan kepada keluarga dan masyarakat Lampura kalau kita bisa meraih kemenangan pada turnamen internasional itu, " Jelasnya.
Meski keberhasilan sudah diraih, namun kesedihan tak bisa diungkapkan.
Disana kami menginap di rumah saudara yang kebetulan melihat pertandingan tersebut.
Untuk makan minum pun seadanya, karena dana pribadi yang dimiliki cukup minim.
"Terkadang dibenak saya sangat berharap kehadiran pemerintah daerah pada saat itu, tapi mengingat proposal permohonan bantuan dana tak direalisasi. Tak mungkin pemkab akan hadir melihat putra daerahnya sedang berjuang, " paparnya.
Semestinya, para generasi penerus bangsa ini yang sudah mampu membawa Perguruan Teratai Putih asli Lampung Utara harus diberikan perhatian khusus dengan menyediakan sarana prasana bagi para atlet atlet yang ada.
"Kita seharusnya bangga kepada mereka, karena merekalah putra putri terbaik yang telah membawa harus Lampung Utara,” jelas Dia
Rayhan Naja Irawan peraih medali emas, menyampaikan raihan yang didapat tidak lepas dari dukungan para sahabat, pelatih dan kedua orang tuanya.
"Saya sangat senang bisa mendapatkan medali emas,” ujarnya.
Ia mengaku persiapan untuk mengikuti terunamen dirinya bersama dengan rekan yang lainnya berlatih setiap hari demi mendapatkan hasil yang maksimal.
Sarana prasana latihan hanya mengunakan peralatan seadanya dengan memanfaatkan halaman rumah.
Harapannya kepada pemerintah daerah agar bisa memperhatikan Perguruan Teratai Putih asli milik daerah ini, dengan menyediakan sarana prasana untuk berlatih.
"Semoga Perguruan Teratai Putih Lampung Utara kedepan bisa lebih diperhatikan, agar bisa terus berkembang dan maju menjadi sebuah perguruan yang mampu membuat bangga Lampura,” tutupnya. (Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)