Pasien Corona Meninggal, Solo Liburkan Sekolah 2 Minggu, Tempat Wisata Ditutup

Pasien Corona Meninggal, Solo Liburkan Sekolah 2 Minggu, Tempat Wisata Ditutup

TRIBUN/PUSPEN TNI/LETNAN KUNCORO
FOTO Ilustrasi - Petugas mengenakan masker dan hazmat suit sebelum melakukan evakuasi WNI yang tiba dari Wuhan di lokasi observasi Hangar Lanud Raden Sajad, Natuna, Kepri, Minggu (2/2/2020). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menetapkan Kota Solo dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Virus Corona, Jumat (13/3/2020) malam.

Dengan adanya status KLB virus Corona ini, Pemerintah Kota Solo menerapkan sejumlah kebijakan.

Satu di antaranya, kegiatan belajar mengajar para siswa di sekolah yang dialihkan ke rumah hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Informasinya, siswa dilarang masuk sekolah dalam masa 14 hari.

Meski demikian, Rudy menolak istilah bila sekolah diliburkan.

Ia mengingatkan selama di rumah, siswa harus 'belajar sendiri-sendiri'.

"Semua siswa SD-SMA dan madrasah belajar di rumah, bukan diliburkan," kata Rudy kepada awak media.

UPDATE 4 Pasien Corona Meninggal, Pasien Positif Covid-10 Melonjak Jadi 69 Orang termasuk 2 Bayi

Sempat Makan Malam dengan Donald Trump, Presiden Brasil Positif Corona, Trump: Saya Tak Khawatir

Sudah Satu Pekan Ada Satu Pasien Positif Virus Corona di Jakarta Diam-diam Kabur dari Rumah Sakit

Kegiatan belajar mengajar di rumah akan diberlakukan mulai Senin (16/3/2020).

Tidak hanya itu, sejumlah tempat wisata di Kota Solo juga akan ditutup selama 14 hari.

Di antaranya, Museum Keris, Taman Jurug dan lainnya.

Halaman
1234
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved