Kasus Corona di Indonesia
7 Dokter Meninggal Perangi Corona, 12 Ton Peralatan Kesehatan Segera Didistribusikan
PB-IDI mengumumkan sudah ada tujuh dokter yang meninggal dalam menjalankan tugasnya selama pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia.
Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau), Marsma TNI Fajar Adriyanto mengatakan, peralatan kesehatan tersebut bakal ditempatkan di gudang TNI terlebih dahulu untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum didistribusikan untuk rumah sakit.
Peralatan kesehatan dari Tiongkok yang dibawa menggunakan pesawat C-130 Hercules milik TNI AU tersebut, merupakan hasil kerja sama Goverment to Goverment (G to G) antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok.
Adapun alat kesehatan tersebut terdiri dari disposable masks, N95 masks, protective clothing, goggles, gloves, shoe covers, infrared thermometer, dan surgical caps.
Total ada 12 ton alat kesehatan yang mereka bawa.
Tidak menutup kemungkinan sumbangan alat kesehatan yang berasal dari Tiongkok kembali akan dikirimkan dalam waktu dekat ini.
Setelah kirimkan 12 ton alat kesehatan, negeri tirai bambu itu disebutkan masih akan mengirimkan bantuan peralatan kesehatan ke tanah air.
Pemda Pangkas Anggaran
Di sisi lain, pemerintah daerah se-Lampung mengambil langkah-langkah kongkrit mengatasi virus Corona.
Selain melakukan upaya pencegahan, masing-masing pemda juga telah mengalokasi anggaran khusus untuk mengatasi pandemi Corona di daerah masing-masing.
Anggaran tersebut ada yang diambil dari dana tak terduga hingga pemangkasan sejumlah anggaran yang ada.
Seperti, Pemkot Bandar Lampung telah mengalokasikan dana Rp 7 miliar dari dana tak terguna untuk pencegahan Covid-19.
Kepala BPBD Kota Bandar Lampung Syamsul Rahman menjelaskan, anggaran Rp 7 miliar itu berasal dari pemangkasan anggaran rutin sebesar Rp 2 miliar dan Rp 5 miliar dari pemangkasan dana tanggap darurat.
Wali Kota Bandar Lampung Heman HN mengatakan, pihaknya sudah membeli bibit disinfektan 75 liter untuk mengamankan Kota Bandar Lampung dari ancaman virus Corona.
Ia juga mengajak masyarakat tidak panik dan tetap berpikir positif serta selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Plt bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto mengatakan, pihaknya telah mengalokasi anggaran sekitar Rp 3 miliar untuk penanganan penyebaran virus Corona.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/positif-terpapar-virus-corona-2-dokter-di-jawa-barat-meninggal-dunia.jpg)