Kasus Corona di Indonesia

Keluarga Buka Paksa Plastik Pembungkus Jenazah Pasien Pengawasan Corona

Sebenarnya, dari rumah sakit sudah dibungkus plastik, tapi keluarga membuka plastik itu.

Keluarga Buka Paksa Plastik Pembungkus Jenazah Pasien Pengawasan Corona
EPA-EFE/STRINGER CHINA OUT
Ilustrasi Dokter merawat pasien virus corona di Wuhan, China. Dokter Muda Meninggal Terjangkit Virus Corona, Tunda Nikah Demi Obati Pasien Corona di Rumah Sakit. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOLAKA - Aksi nekat dilakukan keluarga pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Pihak keluarga membuka plastik pembungkus jenazah pasien tersebut.

Aksi nekat pihak keluarga ini sempat terekam kamera dan videonya viral di media sosial.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dr Rabiul Awal menyayangkan sikap keluarga yang tidak mematuhi prosedur pemulasaran jenazah dengan standar korban terinfeksi Covid-19, seperti yang ditetapkan badan kesehatan dunia (WHO), meski korban masih berstatus PDP.

Wayong juga sempat melihat video sejumlah keluarga pasien di rumah duka di Kolaka melakukan kontak yang erat dengan jenazah.

Nasib Perawat RSUP Persahabatan yang Diusir dari Indekos karena Corona

Banyak Pemda Minta Tutup Bandara demi Hindari Wabah Corona, Kemenhub Beri Peringatan

Ibunda Jokowi Wafat Setelah 4 Tahun Berjuang Lawan Kanker

Ketika Amien Rais Tak Lagi Jadi Pengurus di DPP PAN

Ia mengatakan, situasi seperti itu terjadi karena kurangnya pemahaman dan kepatuhan akan standar pengamanan jenazah yang sudah suspect, meski belum ada hasil laboratorium.

Diakuinya, seharusnya, setelah jenazah dibungkus plastik kedap di rumah sakit, pihak keluarga tidak boleh lagi mendekati, apalagi untuk melihat jenazah.

Bahkan, jika sampai plastik kedap pembungkus jenazah dibuka, itu sangat tidak diperbolehkan.

"Sebenarnya, dari rumah sakit sudah dibungkus plastik, tapi keluarga membuka plastik itu. Perlakuan kepada jenazah itu dengan standar Covid-19, yang memandikan pun harus memakai APD dilakukan oleh tenaga medis langsung," ujar dia.

Wayong mengungkapkan, akan sangat beresiko jika pasien yang meninggal itu positif terinfeksi Covid-19.

Halaman
123
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved