Perwira Polisi Gebuki 3 Anak Buahnya, Nasibnya Kini Ditahan Propam Polda

Polda Sumbar langsung mengamankan perwira berpangkat Inspektur Dua (Ipda) yang berinisial SDC tersebut.

youtube
Perwira Polisi Gebuki 3 Anak Buahnya, Nasibnya Kini Ditahan Propam Polda 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kepolisian Daerah ( Polda) Sumatera Barat mengambil sikap tegas terhadap perwira polisi yang diduga memukul tiga bintara di depan Mapolres Padang Pariaman.

Polda Sumbar langsung mengamankan perwira berpangkat Inspektur Dua (Ipda) yang berinisial SDC tersebut.

Perwira tesebut juga langsung diperiksa oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumbar.

"Akan diproses hukum secara tegas. Perintah Bapak Kapolri, saat ini oknum tersebut sedang dalam pemeriksaan Propam Polda Sumbar, untuk ditahan," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto saat dihubungi Kompas.com, Kamis (26/3/2020).

Stefanus mengatakan, saat ini perwira tersebut sudah diamankan di sel tahanan Propam untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Sudah diamankan di sel tahanan Propam," kata Stefanus.

 Pura-pura Main HP, Cara Kapolsek Matraman Jebak Penjambret

 Bupati Sidoarjo Makamkan Jenazah Pasien Corona karena Penggali Kubur Takut

 Prabowo Larang Anak Buahnya Mudik Lebaran 2020 untuk Tangkal Corona

Menurut Stefanus, Polda Sumbar tidak mentoleransi tindakan-tindakan pembinaan fisik yang mengarah ke penganiayaan.

"Saat ini sedang diproses. Kita tunggu apa hasilnya nanti," kata Stefanus.

Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial.

Dalam video tersebut tampak seorang polisi memukul tiga orang polisi lainnya dengan ikat pinggang.

Dalam video berdurasi 59 detik itu, terlihat ketiga polisi bersimpuh di depan oknum polisi yang melakukan pemukulan. Stefanus menyebutkan, kejadian itu terjadi pada Kamis pekan lalu, di halaman Mapolres Padang Pariaman, Sumbar.

Menurut Stefanus, kejadian itu berawal saat tiga bintara datang terlambat, sehingga diberi hukuman.

"Tiga bintara itu terlambat dan diberi sanksi dengan cara itu," kata Stefanus.

Akibat aksi itu, seorang bintara yang dipukul dengan ikat pinggang kopel harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Pariaman.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved