Breaking News:

Berjemur Paling Tepat Sebelum Jam 10 atau Setelah Jam 10 Pagi? Ini Hasil Penelitian Prof Dr Siti

Mana yang benar, berjemur sebelum pukul 10.00 atau setelah pukul 10.00 demi mendapatkan vitamin D terbaik untuk meningkatkan imunitas tubuh?

Editor: Heribertus Sulis
Istimewa via Tribunnews.com
Ilustrasi - Berjemur Paling Tepat Sebelum Jam 10 atau Setelah Jam 10 Pagi? Ini Hasil Penelitian Prof Dr Siti 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Berjemur pagi hari untuk meningkatkan imun tubuh dan mendapatkan asupan vitamin D paling optimal jam berapa?

Ada ahli yang menyebut berjemur paling sehat adalah sebelum jam 10.00. Ada pula ahli yang menyebut berjemur paling sehat antara pukul 10.00-15.00.

Mana yang benar, berjemur sebelum pukul 10.00 atau setelah pukul 10.00 demi mendapatkan vitamin D terbaik untuk meningkatkan imunitas tubuh?

Sejak wabah virus corona mewabah, masyarakat dianjurkan melakukan jarak sosial dengan tetap berada di rumah.

Salah satu aktivitas yang dianjurkan adalah berjemur di pagi hari agar tetap sehat selama physical distancing.

Namun, belakangan ini terjadi perdebatan waktu berjemur terbaik semakin ramai diperbincangkan di media sosial.

Tingkatkan Imun Tubuh untuk Tangkal Virus Corona dengan Berjemur di Bawah Sinar Matahari

Waktu yang Tepat untuk Berjemur dan Dapatkan Sinar Ultraviolet B, Cukup 15 Menit

Tangkal Virus Corona 14 Hari Minum Vitamin, Hasil Rapid Tes Detri Kini Negatif Covid-19

Ada yang menyebutkan waktu yang tepat untuk berjemur adalah di atas pukul 10.00 WIB, untuk mendapatkan hasil vitamin D dari paparan sinar matahari.

Di sisi lain, ada pula yang menyanggah dan membantah bahwa sinar matahari yang paling baik untuk berjemur adalah pukul 07.00-09.30 WIB pagi.

Perdebatan itu mengundang kebimbangan di masyarakat, atas saran mana yang sebaiknya dipertimbangkan untuk dilakukan.

Dokter ahli gizi dan magister filsafat, Dr dr Tan Shot Yen M Hum, akhirnya kembali menjawab polemik yang beredar mengenai waktu berjemur yang tepat dan baik dilakukan oleh masyarakat khususnya Jakarta dan Bekasi, Indonesia.

Tan Shot Yen memaparkan penelitian yang dilakukan oleh dokter ahli gerontologi (ilmu penuaan) di RS Cipto Mangunkusumo, Prof Dr Siti Setiati SpPD-KGER di Indonesia.

Penelitian ini tentang paparan sinar matahari pada wanita lanjut usia di Jakarta, Indonesia pada garis lintang 6 S.

Dalam hasil penelitian Siti yang telah diterbitkan dalam situs penelitian biomedis dan bioinformatika National Center for Biotechnology (NCBI), intensitas ultraviolet B (UVB) tertinggi ada pada pukul 11.00 WIB pagi sampai pukul 13.00 WIB.

Penelitian ini dilakukan pada musim hujan di bulan Februari hingga Maret tahun 2006, dengan 80 partisipan yang berusia 60 tahun ke atas.

Hasil tersebut didapatkan dari pengukuran intensitas paparan sinar matahari dari pukul 07.00-16.00 WIB di sore hari, dengan menggunakan UV meter untuk mendapatkan MED (intensitas atau dosis sinar UV), yaitu sekitar 2 MED.

Waktu terbaik mendapat vitamin D

Sedangkan, peneliti juga melakukan sampel kembali dengan 74 wanita di antaranya yang memiliki tipe kulit-4 yaitu berwarna cokelat terang untuk melakukan berjemur badan di bawah sinar matahari pada pagi hari, yakni pada pukul 09.00 WIB.

Hasilnya ternyata terdapat hanya sekitar 0,6 MED.

Dijelaskan Tan Shot Yen, jika manfaat yang ingin didapatkan dari paparan sinar matahari langsung ke kulit tubuh adalah vitamin D, maka waktu terbaik untuk mendapatkan manfaat sinar ultraviolet B adalah pukul 11.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB.

Hal itu sesuai dengan sejumlah penelitian yang ada, termasuk penelitian yang dikemukakan Prof Siti.

"Penelitian Prof Siti Setiati di Jakarta, (hasilnya) paling efektif untuk meningkatkan kadar vitamin D adalah antara jam 11.00-13.00 WIB. Tinggal pilih apakah tujuannya untuk berolahraga atau meningkatkan kadar vitamin D," jelas Tan.

Jika manfaat yang ingin diambil adalah untuk olahraga, maka memang sebaiknya dilakukan pada pagi hari pukul 09.00 WIB ke bawah, dan bisa dilakukan sekitar 30 hingga 60 menit.

Adapun, sebaliknya jika manfaat yang ingin dicari adalah meningkatkan kadar vitamin D, untuk imunitas, kata Tan, berjemur saja sekitar 15 menit antara pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB.

"Jadi sudah tidak pakai katanya-katanya lagi ya, ini data penelitian kita sendiri di Jakarta, pasti valid," ujar dia.

Penelitian lainnya, yaitu dilakukan pada tahun 2019 dan diikuti oleh 345 wanita hamil yang berasal dari Bandung Sukabumi, Waled dan Cimahi.

Peneliti Raden Tina Dewi Judistiani dan timnya, mempublikasikan hasil penelitian tersebut dalam BMC Pregnancy and Childbirth.

Hasilnya menunjukkan, paparan sinar matahari dengan intensitas UVB tertinggi adalah pukul 10.00 WIB sampai 13.00 WIB.

Kemudian paparan sinar matahari mulai merendah dari pukul 13.00 WIB sampai 15.00 WIB.

Hingga, sangat rendah pada pagi hari yaitu pukul 06.00 WIB sampai 07.00 WIB dan sore hari pada pukul 17.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Bukan untuk membunuh virus corona

Ketua Aliansi Telemedis Indonesia Pumawan mengungkapkan, salah satu aktivitas yang dapat dilakukan selama berada di rumah adalah berjemur di bawah sinar matahari.

Menurutnya, berjemur cukup dilakukan selama 15 menit.

Hal itu dilakukan demi meningkatkan daya tahan tubuh di tengah wabah virus corona.

“Berjemur itu kita usahakan bukan yang pagi, yang jam 10.00 sampai jam 15.00, cukup 15 menit,” tutur Pumawan di Graha BNPB, Jakarta Timur, Minggu (28/3/2020).

“Jadi itu bukan untuk mematikan virus, tapi untuk meningkatkan daya tahan, imunitas,” imbuh dia.

Selain itu, untuk tetap menjaga kesehatan fisik, masyarakat dapat berolahraga di rumah.

Demi mengatasi kebosanan selama di rumah, ia mencontohkan aktivitas yang dapat dilakukan, misalnya berkebun, membersihkan rumah, hingga merintis usaha secara daring atau online.

Pumawan mengatakan, masyarakat dapat merintis bisnis pembuatan masker kain.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto sebelumnya menyebutkan, masker berbahan dasar kain dapat dijadikan alternatif untuk mencegah penularan virus.

“Sebenarnya masker kain sepanjang sampai di rumah kita cuci ya, besok ganti lagi, pakai yang sudah bersih, tidak masalah itu,” ucapnya.

Pumawan lalu menekankan pentingnya berpikir hingga bertindak positif untuk menghadapi wabah Covid-19 ini.

“Yang penting kita ini mesti berpikir positif, bersikap positif, bertindak positif,” kata dia.

Adapun jumlah kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 1.155 kasus per Sabtu (28/3/2020).

Jumlah tersebut bertambah sebanyak 109 kasus dibanding data pada Jumat (27/3/2020).

Dari jumlah tersebut, 59 pasien dinyatakan sembuh sementara 102 pasien meninggal.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia", https://www.kompas.com/sains/read/2020/04/04/190300323/perdebatan-waktu-berjemur-paling-sehat-ini-penelitian-di-indonesia?page=all.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved