Viral Pastor Menangis Tersedu, Misa di Gereja Sepi Mencekam Tanpa Umat

Suasana sepi dan seorang pastor menangis tersedu di mimbar altar tersebut viral di media sosial dan ramai dibicarakan netizen.

DAVID MCNEW / GETTY IMAGES / AFP
Viral Pastor Menangis Tersedu, Misa di Gereja Sepi Mencekam Tanpa Umat. FOTO ILUSTRASI: Gerhana bulan dengan latar depan salib di Los Angeles, California, 8 Oktober 2014. 

Di gereja hampir setiap saat umatnya ramai.

Selalu tampak aktivitas di gua maria, ruang adorasi di depan gereja, selalu ada pemuda/pemudi dan pelajar menyelesaikan tugas, karena ada hot-spot internet, Wi-Fi.

Namun mendadak keramaian itu kini terenggut oleh wabah virus corona.

Suasana sepi mencekam. 

“Dalam situasi wabah corona seperti ini, mendadak sepi. Dalam situasi seperti ini, mestinya Misa Minggu Palma meriah. Kemarin saja, masih ada umat yang datang hendak mengikuti langsung perarakan. Tapi karena situasi seperti demi keselamatan kita bersama, maka kami tolak,” ujar Wowor.

“Lalu, mengapa pastor sampai menangis?” tanya WartaKotaLive.com.

Video streaming berjudul “VIRAL Pastor jayapura menangis saat pimpin misa tanpa umat”
Video streaming berjudul “VIRAL Pastor jayapura menangis saat pimpin misa tanpa umat” (YouTube/Multimedia KTDW/Gereja Paroki Kristus Terang Dunia Waena, Papua)

Wowor menjawab, “Pas detik itu (homili mengenai tradisi perarakan umat menyambut dan mengelu-elukan kedatangan Yesus di gerbang Yerusalem), saya sedih. Karena sering umat aktif dalam perarakan, waktu diperciki air kudus.”

Lalu ia menceritakan kebiasaan unik umat Katolik Papua.

Ketika menerima percikan air suci, umat setempat menghendaki tubuhnya mendapat air banyak.

“Sedangkan hari Minggu Palma kemarin, itu tidak ada umat. Saya pernah mengalami, saat Minggu Palma tahun tahun 2011, ketika mendapimpi pastor memerciki umat, airnya sedikit. Lalu umat protes. ‘Hai pater, kami mau itu air diperciki air banyak. Kami itu suka sampai basah.’ Mengingat itu saya sedih, terluka sekali,” ujar Pastor Wowor mengenang.

Kesedihan lainnnya, ia melihat tidak adanya lagi aktivitas umat yang lazim mempersiapkan diri menjelang Hari Raya Paskah.

Biasanya ada latihan koor di gereja.

Sedangkan sejak terjadi wabah virus corona, situasi sepi.

Tidak boleh banyak orang berkumpul. Ibadat pun, dilakukan di rumah masing-masing.

Menurut Pastor Paulus Wolor, ia baru sebulan bertugas sebagai Kepala Pastor Paroki di Gereja Kristus Terang Dunia Waena (KTDW) Jayapura.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved