Potret Polisi Ekuador Kumpulkan Lebih 700 Mayat Korban Corona 

Pada Minggu (12/4/2020), Wated menulis cuitan bahwa dia dan pasukan gabungannya telah mengamankan 771 mayat dari rumah-rumah warga.

Editor: taryono
via tribunnews
Potret Polisi Ekuador Kumpulkan Lebih 700 Mayat Korban Corona  

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pemandangan yang mengerikan terlihat di Guayaquil, Ekuador.

Polisi di Ekuador memindahkan hampir 800 mayat dalam beberapa pekan terakhir dari rumah-rumah di Guayaquil.

Dikutip dari Al Jazeera, Guayaquil adalah episentrum penyebaran virus corona ( Covid-19 ) di Ekuador.

Alhasil, banyak diantara mayat itu disimpan di rumah-rumah atau bahkan ditinggalkan begitu saja di jalanan.

Warga setempat memposting video ini dan tidak lama viral di media sosial.

 Rp 3.550.000 untuk Pemegang Kartu Prakerja, Berikut Cara Pendaftarannya

 Artis Dewi Perssik Kesal Dituding Pansos pada Cimoy Montok

 VIDEO Najwa Shihab Unggah Foto Lawas SMA, Fiersa Besari Tanyakan Soal Bolos Sewaktu Sekolah

 Stafsus Jokowi Minta Maaf Gegara Surati Camat Seluruh Indonesia

 

"Jumlah yang kami kumpulkan dengan satuan tugas dari rumah-rumah penduduk melebihi 700 orang," kata Jorge Wated, pemimpin tim polisi dan personil militer untuk membantu mengatasi Covid-19.

Pada Minggu (12/4/2020), Wated menulis cuitan bahwa dia dan pasukan gabungannya telah mengamankan 771 mayat dari rumah-rumah warga.

Namun 631 diantaranya berasal dari rumah sakit yang kelebihan kapasitas mayat.

Orang-orang menunggu di samping peti mati dan kotak kardus untuk menguburkan keluarga mereka di luar pemakaman di Guayaquyil, Ekuador, pada 6 April 2020. Melonjaknya jumlah COVID-19 kematian di kota kedua Ekuador Guayaquil telah menyebabkan kekurangan peti mati, memaksa penduduk setempat untuk resor menggunakan kotak kardus, kata pemerintah kota Minggu.
Orang-orang menunggu di samping peti mati dan kotak kardus untuk menguburkan keluarga mereka di luar pemakaman di Guayaquyil, Ekuador, pada 6 April 2020. Melonjaknya jumlah COVID-19 kematian di kota kedua Ekuador Guayaquil telah menyebabkan kekurangan peti mati, memaksa penduduk setempat untuk resor menggunakan kotak kardus, kata pemerintah kota Minggu. (Jose Sanchez / AFP)

Wated tidak merinci apa saja penyebab kematian para jenazah ini.

Kini sebanyak 600 jenazah sudah dikuburkan oleh pihak yang berwenang.

Ekuador mencatat ada 7.500 kasus Covid-19 sejak 29 Februari lalu.

Provinsi Guaya menyumbang lebih dari 70 persen korban infeksi Corona di negara itu.

Sedangkan ada 4.000 kasus di Ibu Kota Guayaquil.

Sementara itu pada Selasa (14/4/2020), Worldometers mencatat ada 7.529 kasus di Ekuador.

Kemudian sebanyak 355 meninggal dunia dan 597 sembuh.

Militer dan polisi mulai bertindak setelah tiga minggu kamar mayat kewalahan menerima banyaknya jumlah jenazah.

 Saking kewalahannya, kamar jenazah di Guayaquil dilaporkan mengalami keterlambatan layanan forensik.

Warga Guayaquil memposting video di media sosial tentang mayat yang ditinggalkan di jalanan.

Sejatinya mereka ingin agar pemerintah setempat membantu mereka untuk menguburkan sanak saudara yang meninggal ini.

Kini pemerintah Ekuador telah mengambil alih tugas pemakaman ini.

Sebab diantaranya mengalami keterbatasan finansial untuk menguburkan jenazah.

Pada awal April lalu, Wated mengatakan bahwa kematian akibat Covid-19 diperkirakan mencapai 2.500 hingga 3.500.

Angka ini prediksi untuk Provinsi Guayas saja.

Pemerintah Dianggap Lamban

Guayaquil adalah pusat ekonomi Ekuador, dan merupakan pelabuhan utama Pasifik.

Menurut laporan France24, kota di Provinsi Guayas ini tampaknya rentan terhadap virus sejak awal. 

Sebagai pusat utama, perjalanan ke dan dari Eropa-Amerika Serikat sangat intens pada Februari dan Maret.

Di sinilah kasus pertama Covid-19 di Ekuador terdeteksi pada Februari silam dari seorang wanita lansia yang kembali dari Spanyol.

Sejatinya pandemi ini diperparah oleh kelalaian pemerintah.

Ekuador dinilai sangat lambat menangani pandemi ini, menurut Daniel Simancas, seorang ahli epidemiologi di Equinox University of Technology di Quito.

"Ini mengarah pada konsekuensi yang menghancurkan yang telah kita lihat. Pihak berwenang sendiri telah meminta maaf atas kurangnya strategi dalam pengelolaan mayat, dan meramalkan apa yang dibutuhkan dalam bahan medis," kata Simancas. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul Polisi Ekuador Kumpulkan 771 Mayat di Episentrum Covid-19, Begini Penampakannya.

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved