Sempat Ancam Mogok Makan, Pasien Corona dengan Riwayat Peserta Ijtima Ulama di Gowa Meninggal
Bahkan, pasien 75 tahun ini sempat mengancam mogok makan jika tak diizinkan pulang.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seorang warga Karanganyar, Jawa Tengah yang menjadi peserta Ijtima Ulama di Gowa beberapa waktu lalu meninggal dunia karena corona.
Warga Sewurejo, Karanganyar ini meninggal dunia setelah dinyatakan positif Covid-19, Kamis (17/4/2020).
Pria berusia 75 tahun ini sempat dirawat di RSUD dr Moewardi Solo dan meminta pulang setelah beberapa hari dirawat.
Bahkan, pasien ini sempat mengancam mogok makan jika tak diizinkan pulang.
Kasus peserta Ijtima Ulama di Gowa yang jadi pasien corona dan meninggal dunia bukan pertama kali terjadi di Karanganyar.
• Jenazah Pasien Corona di Rumah Sakit Ditumpuk-tumpuk, Petugas Medis Kewalahan
• Bayi di NTB Tak Punya Riwayat Bepergian Positif Corona, Kini Sembuh dari Covid-19
• Korban PHK Akibat Corona Paling Banyak Sekuriti dan Pegawai Retail
• 2 Pasien Positif Corona di Lampung Utara Sama-sama Pernah ke Gowa
• Pasien Positif Corona Asal Lambar yang Meninggal Dunia Punya Riwayat Ikut Tabligh Akbar di Gowa
Sebelumnya, pria asal Mojogedang, Karanganyar yang punya riwayat ikut Ijtima Ulama di Gowa juga meninggal dunia.
Pria berusia 77 tahun tersebut meninggal dunia pada 10 April 2020.
Dia meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RS Dr Moewardi.
Statusnya saat itu masih sebagai PDP, karena hasil tesnya belum keluar.
Tapi setelah meninggal dunia barulah diketahui hasil tesnya positif terinfeksi virus corona.
"Pasien PDP itu yang dari Gowa. Dia yang pulang naik kapal.
Tiba pada Rabu (25/3/2020) dan dibawa ke puskesmas setempat lalu dirujuk ke RSUD Karanganyar Minggu (29/3/2020).
Kemudian dirujuk ke RSUD dr. Moewardi Solo.
Cuma hasilnya (positif atau negatif) belum keluar," kata Plt Kepala DKK Karanganyar, Purwanti, Jumat (10/4/2020).
Dijelaskannya, laki-laki berusia 77 tahun itu mengalami gejala batu dan pilek sepulang dari acara ijtima ulama di Gowa.