Breaking News:

Tribun Bandar Lampung

893 Akun Penyebar Hoaks Diblokir Kemenkominfo, 6 dari Lampung

Kemenkominfo telah memblokir 893 akun yang telah menyebarkan informasi bohong atau hoaks seputar virus corona (Covid-19).

Kolase Tribunnews.com/Sinode GKJ
Ilustrasi - Sebanyak 893 akun penyebar hoaks corona diblokir Kemenkominfo, 6 di antaranya dari Lampung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memblokir 893 akun yang telah menyebarkan informasi bohong atau hoaks seputar virus corona (Covid-19).

Dari ratusan akun tersebut, enam di antaranya akun warga asal Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, Subdit V Tipidsiber Ditreskrimsus Polda Lampung telah memblokir enam akun Facebook penyebar hoaks.

"Enam akun tersebut dari enam tersangka yang sudah kami amankan," katanya, Minggu (19/4/2020).

6 Warga Lampung Sebar Hoaks Virus Corona, Kebanyakan Wanita

Viral Angin Utara Bawa Wabah Penyakit Ternyata Hoaks

Nyambi Jadi Driver Ojol, Mahasiswa Unila Diduga Terjangkit Corona Sempat ke Kampus

3 Remaja Sekampung Udik Diringkus Beberapa Jam Seusai Gasak Motor di Kantor Pemprov Kota Baru

Kata Pandra, enam tersangka tersebut sudah ditangani oleh Subdit V Tipidsiber Ditreskrimsus Polda Lampung.

"Dan kebanyakan dari pelaku adalah wanita," sebutnya.

Pandra mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan berita hoaks jika tidak ingin berurusan dengan polisi.

Tersangka hoaks bisa dikenai pasal 14 ayat 2 UU RI Tahun 1946 yang berbunyi, barang siapa yang mengeluarkan pemberitahuan yang memberikan keornaran kepada rakyat dan patut pemberitahuan itu bohong dapat dihukum penjara tiga tahun atau pasal 45a ayat 2 jo pasal 28 UU RI Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Ancaman hukumannya enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar," tegasnya.

Pandra pun mengimbau kepada masyarakat untuk menyaring informasi sebelum membagikannya.

"Bukan saja di media sosial, di WhatsApp juga. Walaupun di kelompok sendiri, jangan menyebar informasi yang tidak benar," tandasnya. (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved