Berita Nasional
Belva Devara Mundur Sebagai Stafsus Presiden, Pihak Istana Buka Suara
Banyak kalangan menilai telah terjadi konflik kepentingan antara Belva sebagai stafsus dan sebagai CEO Ruangguru.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Adamas Belva Devara mundur sebagai staf khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Belva adalah satu dari tujuh staf khusus presiden yang berasal dari kalangan milenial.
Mundurnya Belva setelah perusahaan rintisan miliknya terlibat dalam program Kartu Prakerja milik pemerintah.
Banyak kalangan menilai telah terjadi konflik kepentingan antara Belva sebagai stafsus dan sebagai CEO Ruangguru.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menyatakan keterlibatan Ruangguru dalam program Kartu Prakerja sudah sesuai aturan.
• CEO Ruangguru Belva Devara Umumkan Diri Mundur dari Stafsus Jokowi
• Stafsus Milenial Jokowi Dinilai Bermasalah, Profil Stafsus Presiden yang Jadi Bos Perusahaan
• Hasil Endusan Anjing Pelacak di TKP Pembacokan Satu Keluarga
• Sudjiwo Tedjo Bilang Ini Baru Presiden Setelah Jokowi Larang Mudik Lebaran 2020
Hal itu disampaikan Pramono menanggapi mundurnya Adamas Belva Devara dari jabatan Staf Khusus Presiden.
"Terkait dengan keikutsertaan Ruangguru dalam Kartu Prakerja, seperti sudah dijelaskan oleh Menko Perekonomian bahwa proses verifikasi mitra prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku. Dan tidak ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan dalam hal ini," kata Pramono melalui keterangan tertulis, Selasa (21/4/2020).
Pramono mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menerima surat pengunduran diri Belva.
Presiden pun memahami alasan mundurnya Belva dari jabatan Staf Khusus Presiden.
Namun, Pramono mengatakan, sedianya Presiden menginginkan anak muda seperti Belva bergabung ke dalam pemerintahan untuk berkontribusi dengan berbagai inovasi dan kreativitas mereka.
"Presiden Joko Widodo menerima pengunduran diri Sdr. Adamas Belva Syah Devara dan memahami alasan pengunduran dirinya itu," ujar Pramono.
"Dari awal Bapak Presiden menginginkan anak muda yang berpotensi seperti Belva untuk bergabung dalam pemerintahan sehingga bisa berkontribusi dengan gagasan-gagasan inovatif, kreatif sekaligus memberikan ruang belajar bagi anak muda terkait tata kelola pemerintahan," lanjut dia.
Adamas Belva Delvara mengundurkan diri dari posisi Staf Khusus Presiden Joko Widodo.
Pengunduran dirinya itu ia sampaikan melalui surat kepada Presiden Jokowi.
"Pengunduran diri tersebut telah saya sampaikan dalam bentuk surat kepada Bapak Presiden tertanggal 15 April 2020, dan disampaikan langsung ke Presiden pada tanggal 17 April 2020," tulis Belva di akun Instagram miliknya, Selasa (21/4/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ceo-ruangguru-belva-devara-umumkan-diri-mundur-dari-stafsus-jokowi.jpg)