Terminal Rajabasa Nihil Penumpang Bus dari Pulau Jawa

Kedatangan penumpang bus dari luar Lampung ke terminal setempat periode Selasa malam hingga Rabu (22/4/2020) siang nihil.

Penulis: sulis setia markhamah | Editor: martin tobing
Tribunlampung.co.id/Noval Andriansyah
Ilustrasi - Gedung AKAP (kanan) dan gedung AKDP (kiri) Terminal Rajabasa, Kamis (6/4/2018). Terminal Rajabasa Batal Revitalisasi karena Masalah Ini, Rp 40 Miliar 'Terbang' ke Daerah Lain. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Sulis Setia Markhamah dan Bayu Saputra

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kepala Terminal Tipe A Rajabasa Denny Widjan mencatat, kedatangan penumpang bus dari luar Lampung ke terminal setempat periode Selasa malam hingga Rabu (22/4/2020) siang nihil.

"Terakhir yang kita menerima kedatangan bus bawa rombongan santri dari ponpes di Jawa Timur itu. Setelahnya belum ada lagi sampai sekarang," tuturnya.

Menurut Denny, minimnya kedatangan penumpang dari luar Lampung dipengaruhi larangan pemerintah kepada masyarakat untuk melaksanakan mudik.

Indikator lainnya, semakin banyak daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

“Ada juga kebijakan pemerintah yang mengharuskan kendaraan angkutan umum keterisiannya minimal 50 persen".

Kepala Terminal Tipe A Rajabasa Denny Widjan Hobi Memodifikasi Mobil

Tiba di Terminal Tipe A Rajabasa, 86 Santriwati Gontor Jawa Timur Dicek Suhu Tubuh oleh Petugas

"Sehingga para pemudik yang ingin kembali ke Lampung sudah agak sulit untuk mendapatkan angkutan," papar dia.

Ia menyatakan, pihaknya sampai saat ini juga masih menunggu tindak lanjut maklumat larangan mudik oleh Presiden. “Teknisnya seperti apa untuk pelayanan di terminal masih kami tunggu,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan Tribun, kondisi Terminal Tipe A Rajabasa Bandar Lampung pagi hingga siang nampak lengang dari aktivitas penumpang khususnya luar Lampung. Armada bus parkir berjejer di area parkir

"Dengan adanya dampak Covid-19 ini yang jelas semakin hari okupansi penumpang yang datang ke terminal semakin menurun," ujar Denny.

Lebih lanjut disampaikannya, saat ada penumpang di Terminal Rajabasa datang dari Pulau Jawa atau Sumatera Selatan, pihaknya melakukan pendataan.

"Kami data nama, alamat asal, tujuan, dan nomor telepon untuk dilaporkan ke tim Gugus Tugas Covid-19 agar memudahkan tracing," ujar Denny.

Imbas kondisi itu pun imbuhnya, perusahaan otobus melayani rute Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) mengurangi jumlah armada bus yang beroperasi. Bahkan sampai ada yang tidak beroperasi sementara.

Perusahaan Otobus (PO) Puspa Jaya termasuk salah satu armada bus yang terdampak akibat pandemi Virus Corona.

Pemilik PO Puspa Jaya I Ketut Pasek menerangkan, armada bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang masih beroperasional saat ini hanya kisaran angka 10 persen.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved