Kasus Corona di Lampung
Bayi 10 Bulan di Lampung Jadi PDP Virus Corona, Kadiskes: Sudah Dirawat di RS Swasta
Juru Bicara Penanganan Covid-19 di Lampung dr Reihana menjelaskan, bayi perempuan yang berstatus PDP tersebut warga Bandar Lampung.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tim Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung mencatat adanya peningkatan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) maupun orang dalam pemantauan (ODP).
Sampai Jumat (24/4/2020), total ODP sebanyak 3.171 kasus atau melonjak 97 kasus dari hari sebelumnya.
Sementara PDP bertambah 4 orang menjadi 64 kasus.
Satu dari 4 PDP baru ini adalah bayi perempuan yang masih berusia 10 bulan.
Juru Bicara Penanganan Covid-19 di Lampung dr Reihana menjelaskan, bayi perempuan yang berstatus PDP tersebut warga Bandar Lampung dan kini dirawat di rumah sakit swasta di Bandar Lampung ini.
Untuk PDP lainnya yakni perempuan 21 tahun, warga Bandar Lampung, juga dirawat di RS swasta.
Sedangkan dua orang lainya merupakan warga Lampung Tengah jenis kelaminnya laki-laki usia 21 saat ini dirawat di RS swasta Lamteng dan pasien lainnya yakni laki-laki 61 tahun dirawat di RS swasta di Lampung Tengah.
Reihana mengungkapkan, warga Bandar Lampung dan Lampung Selatan paling banyak terpapar Covid-19 tersebut.
Karena kedua daerah ini sering kali dilintasi banyak orang dan juga orang banyak berkumpul.
Makanya untuk menekan jumlah orang yang terpapar virus corona, maka harus menerapkan social distancing dan protokol kesehatan lainnya.
Puskesmas juga dilibatkan dan kepala desa diminta untuk terapkan protokol kesehatan tersebut.
Reihana juga menjelaskan, terkait pembuangan limbah Covid-19 di setiap RS.
Menurutnya, pengolahan limbah tersebut telah menggunakan ptotokol kesehatan.
Termasuk APD yang dipakai tenaga medis, bekas makan pasien positif telah dikelola dengan penuh kehati-hatian.
"Kita ada unitnya sendiri yang membidangi untuk limbah ini yakni bidang pencegahan penyakit infeksi di setiap RS," katanya.