Tribun Bandar Lampung
Bus AKDP di Terminal Rajabasa Hanya Layani 21 Pemberangkatan per Hari
Kondisi Terminal Rajabasa Bandar Lampung terpantau lenggang, Sabtu (25/4/2020). Sejumlah bus hanya memarkirkan kendaraannya
Penulis: ahmad robi ulzikri | Editor: soni
Bus AKDP di Terminal Rajabasa Hanya Ada 21 Pemberangkatan per Hari
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kondisi Terminal Rajabasa Bandar Lampung terpantau lenggang, Sabtu (25/4/2020). Sejumlah bus hanya memarkirkan kendaraannya tanpa ada penumpang.
"Hari ini untuk bus yang masuk terpantau lengang dan sepi. Data per hari rata-rata untuk 1x24 jam itu hanya 12 bus yang datang dari Jawa," kata Kepala Terminal Tipe A Rajabasa Bandar Lampung, Denny Wijdan kepada Tribun, Sabtu (25/4/2020).
• Ada Larangan Mudik, Penumpang Bus di Terminal Rajabasa Anjlok 88 Persen
Di samping itu, operasional bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) juga mengalami penurunan penumpang yang signifikan.
"Untuk AKDP per hari hanya 21 pemberangkatan yang isinya hanya 90 orang, jadi rata-rata per bus tidak sampai 80 persen penumpangnya," jelas Denny.
Kendati penumpang sepi, pihaknya tetap melakukan standar pencegahan covid-19 di area terminal.
"Untuk protokol kesehatan tetap kita laksanakan, pendatang dari Jawa kita cek suhu, kemudian didata, semprot anti septik, dan pengarahan cuci tangan," terang Denny.
Sementara berdasarkan pantauann bus yang terparkir di terminal Rajabsa pada Sabtu (25/4) siang terpantau sepi dan tanpa penumpang.
Lalu lalang penumpang hampir tidak ada dan hampir tidak terlihat aktivitas pedagang asongan yang menawarkan dagangan akibat sepinya penumpang.
Hanya ada beberapa penumpang itu pun hanya rute dalam provinsi.
"Saya mau berangkat kerja ke Pringsewu. Biasanya rame tapi ini sepi banget," kata Mila warga asli Bandar Jaya tersebut.
Di tengah kondisi pandemi corona, Mila mengaku waswas saat berpergian menggunakan angkutan umum.
"Rasa waswas pasti ada tapi ya antisipasi aja pakai masker dan jaga jarak," pungkas Mila.
Sementara itu Gede Desu, sopir bus AKDP jurusan Bandar Lampung - Way Kanan mengaku sedih dengan sepinya penumpang di terminal Rajabasa.
Pasalnya pemasukan untuk operasional bus tidak sebanding dengan biaya pengeluaran.
"Menangis darah kita, dari Way Kanan sampai sini sudah nombok bensin Rp 300 ribu tapi penumpang sepi," ucal Gede.
"Kalau tidak kerja kita tidak makan. Untung bos pengertian tadinya per hari dipatokin sekarang gimana keadaan seperti ini tidak bawa penumpang tetap nombok minyak," pungkasnya. (Tribunlampung.co.id/Ahmad Robi)