Tribun Bandar Lampung

Kasus DBD di Bandar Lampung Sentuh Angka 500 Kasus, Kadiskes Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Masyarakat Bandar Lampung tetap diimbau untuk selalu waspada terhadap penularan demam berdarah dangue (DBD).

Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer
Kadiskes Bandar Lampung Edwin Rusli saat diwawancarai di komoleks kantor Pemkot Bandar Lampung, Selasa (28/4/2020). Kasus DBD di Bandar Lampung Sentuh Angka 500 Kasus, Kadiskes Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Masyarakat Bandar Lampung tetap diimbau untuk selalu waspada terhadap penularan demam berdarah dangue (DBD) di tengah pandemi virus corona (Covid-19) saat ini.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Bandar Lampung, hingga Selasa (28/4/2020) tercatat ada 500 kasus DBD di Kota Tapis Berseri sejak 1 Januari 2020.

Kadiskes Diskes Bandar Lampung Edwin Rusli mengatakan, pada April 2020 tercatat ada sebanyak 49 kasus DBD.

"Itu (49 kasus) data sampai Jumat (24/04/2020)," ujar Edwin Rusli di lingkungan kantor Pemkot Bandar Lampung, Selasa (28/4/2020).

Adapun untuk data pada Januari 2020 sebanyak 63 kasus, Februari 177 kasus dan Maret 211 kasus DBD.

Takut Masih Ada Kawanan Maling di Dalam Rumahnya, Juragan Telur Lari ke Depan Rumah

 BREAKING NEWS Ditinggal ke Tempat Usaha, Rumah Juragan Telur Dibobol Maling 

 Bobol Toko, 3 Pemuda di Lampung Kena Ciduk Polisi, Lihat Barang Bukti yang Diamankan

 UPDATE Corona di Lampung, Pasien Positif Corona Bertambah 2 Orang Menjadi 44 Orang

Meski angka kasus DBD cukup tinggi di Bandar Lampung, Edwin Rusli memastikan, sejauh ini tidak ada kasus meninggal dunia akibat DBD.

"Tetap kita perhatikan (DBD), tapi saat ini masih belum sedarurat ancaman virus corona yang saat ini mewabah, karena kan yang kita ketahui juga belum ada kasus DBD yang meninggal dunia," ungkapnya.

Edwin Rusli juga meminta agar masyarakat tetap menjaga dan meningkatkan kewaspadaan.

Terutama, kata Edwin, untuk tetap menjalankan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk.

"Partisipasi masyarakat harus terus ditingkatkan, terlebih terkait kebersihan lingkungan dengan contoh menghilangkan genangan ataupun ruang-ruang yang memungkinkan untuk nyamuk bersarang," jelas Edwin.

"Termasuk menjaga kebersihan di dalam rumah," harapnya.

Edwin juga mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan dengan membiasakan gerakan 3 M yakni, menguras, menutup tempat penampungan air dan mendaur ulang barang bekas.

"Selain itu masyarakat juga menjaga asupan gizi seimbang dan meminum suplemen tambahan," kata dia.

Selain memberantas sarang nyamuk, warga juga diharapkan lebih sadar pada gejala penyakit tersebut dan memeriksakan diri secara lebih dini.

"Bubuk Abate bisa diminta masyarakat di puskesmas terdekat," tambahnya.(Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved