Tribun Lampung Selatan
Dinas TPHP Lampung Selatan Minta Petani Lakukan Percepatan Tanam
Mugiono mengatakan ada beberapa daerah yang telah menyelesaikan panen untuk musim tanam akhir 2019 dan awal tahun 2020 lalu.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Reny Fitriani
Laporan Wartawan Tribun Lampung Dedi Sutomo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Lampung Selatan mendorong petani di wilayah kecamatan yang telah menyelesaikan masa panen, bisa segera melakukan percepatan tanam
Apalagi hingga memasuki awal bulan Mei ini, curah hujan di sejumlah wilayah kecamatan masih cukup tinggi.
Kabid Tanaman Pangan Dinas TPHP Lampung Selatan, Mugiono mengatakan ada beberapa daerah yang telah menyelesaikan panen untuk musim tanam akhir 2019 dan awal tahun 2020 lalu.
“Seperti Natar, Jatiagung, Tanjung Bintang, Tanjungsari, Way Panji dan Sidomulyo sudah selesai panen. Petani bisa melakukan percepatan tanam,” kata dia kepada Tribunlampung, Jumat (1/5/2020).
Dirinya pun berharap pada tahun ini kondisi iklim akan lebih bersahabat.
Dimana untuk musim kemarau merupakan kemarau basah (masih akan ada hujan turun).
• Dinas TPHP Lampung Selatan Dorong Kemandirian Petani Lewat Penangkaran Benih
• Dampak Covid-19, Pemkab Lamsel Rasionalisasi Target Pembangunan Tahun 2020
• Tim Gugus Tugas Kota Bandar Lampung Lakukan Pengecekan Suhu Tubuh ke Rumah Warga
• Imbauan Larangan Mudik, Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Terpantau Lengang
Sehingga petani tidak mengalami kesulitan air.
Mugi menambahkan, untuk sektor pertanian, terutama tanaman padi tidak terlalu terdampak dari pandemi virus corona (covid-19).
Harga gabah ditingkat petani pun relatif masih cukup baik pada kisaran Rp 420 ribu hingga Rp 450 ribu per kwintal.
Ia menambahkan untuk sektor pertanian tanaman pangan pun tidak mengalami perubahan anggaran terkait dengan langkah recofusing untuk penanganan covid-19.
“Pangan ini menjadi kebutuhan pokok. Tidak ada perubahan kalau untuk anggaran,” ujar dirinya.
Lebih lanjut dikatakannya, untuk di Kabupaten Lampung Selatan hingga akhir April luasan panen telah mencapai 40 ribu hektar lebih dengan rata-rata produksi mencapai 7 ton perhektar.
“Kalau untuk kebutuhan pangan di Kabupaten, produksi kita mengalami surplus. Kita termasuk salah satu daerah lumbung pangan di Provinsi,” kata Mugiono. (Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo)