Kondisi Terbaru Kim Jong Un Diungkap Intel Taiwan Hanya dengan 2 Kata
Laporan NSB Taiwan soal kondisi terkini Kim Jong Un sangat kontras dari laporan pejabat Korea Selatan.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kondisi pemimpin Korea Utara Kim Jong Un masih menjadi spekulasi dan perdebatan dunia. Kabar hidup mati sosok Kim Jong Un masih berseliweran.
Terbaru, kabar kondisi Kim Jong Un diungkap Taiwan.
Biro Keamanan Nasional (National Security Bureau/NSB) Taiwan membeber kondisi terkini pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Laporan NSB Taiwan soal kondisi terkini Kim Jong Un sangat kontras dari laporan pejabat Korea Selatan, yang terakhir kali muncul ke publik 11 April.
Sejak itu Kim Jong Un absen dalam beberapa acara penting termasuk melewatkan Hari Nasional Korea Utara, atau hari ulang tahun kakeknya Kim Il Sung, 15 April.
• Eks Pejabat Tinggi Korut Bocorkan Kondisi Kim Jong Un
• Kim Jong Un Diduga Sembunyi Takut Tertular Virus Corona
• Media Jepang Ungkap Kondisi Kim Jong Un, Tiba-tiba Jatuh ke Tanah Memegangi Dadanya
Anggota parlemen dari Partai Progresif Demokratik (DPP) Tsai Shih-ying bertanya kepada Direktur Jenderal NSB Chiu Kuo-cheng apakah latihan propaganda dan latihan militer China baru-baru ini di sekitar Taiwan berarti mereka sedang mencoba untuk memproyeksikan kekuatan di tengah wabah atau pertanda merencanakan konfrontasi militer dengan Taiwan.
Chiu mengatakan bahwa setelah menganalisa laporan media, informasi dari agen khusus, dan informasi dari diplomatik negara sekutu, ada kemungkinan bahwa China ingin menciptakan konflik, lapor CNA.
Namun, ia menekankan bahwa militer China selalu sangat konservatif dan saat ini tampaknya ingin menekankan bahwa itu tidak terpengaruh oleh epidemi.
Melansir taiwan news, lalu Tsai bertanya kepada Chiu tentang status kesehatan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un saat ini.
Chiu menjawab dengan hanya mengatakan "dia sakit", menurut laporan itu.
Ketika Tsai mendesak Chiu lebih jauh dengan bertanya "dia sakit, tapi apakah dia masih hidup?"
Chiu tertawa tetapi tidak menanggapi pertanyaan itu.
Legislator Kuomintang (KMT) Lo Chih-cheng kemudian bertanya kepada Chiu apakah ada rencana darurat jika ada kekosongan kekuasaan di Korea Utara setelah kematian Kim.
Chiu menjawab NSB sudah mengantisipasinya.
Ketua KMT Chiang Chi-chen bertanya apakah Chiu dapat memberikan informasi lebih rinci tentang situasi di Korea Utara yang sangat tertutup.