Awas Kena Alergi Makanan, Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi Alergi Makanan
Alergi makanan merupakan bentuk perlawanan daya tahan tubuh terhadap protein dalam tubuh.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung Jekita Dini Kinanti
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Saat buka puasa, beberapa orang akan memakan banyak makanan.
Namun harus hati-hati, jangan sampai makanan yang disantap bisa memicu alergi di tubuh atau yang disebut sebagai alergi makanan.
dr Aldo Aprizo dari JMC (Jaya Agung Medical Center) Lampung timur mengatakan, alergi makanan merupakan bentuk perlawanan daya tahan tubuh terhadap protein dalam tubuh.
Perlawanan itu dilakukan daya tahan tubuh terhadap protein, karena protein dianggap musuh atau benda asing.
Perlawanan itupun memicu munculnya anti body Immunoglobulin A (IgA).
• Tanda-tanda Alergi Makanan, Jenis dan Cara Pengobatan Alergi Makanan
• Tanda-tanda Alergi Susu, Apa Itu Alergi Susu, Penyebab serta Cara Obati Alergi Susu
• Jangan Sepelekan Rasa Sakit Perut Bagian Bawah, Tanda Penyakit Usus Buntu
• Kenali Tanda-tanda Kanker Lambung, Pencegahan dan Cara Obati Kanker Lambung
IgA inilah yang memicu timbulnya histamin atau alergi.
Orang yang mengalami alergi makanan paling sering akan muncul ruam pada kulit berupa bentol atau bintik merah.
Sering juga timbul bengkak di sekitar wajah seperti di bibir dan dekat hidung.
Selain itu dapat juga muncul mual, muntah, nyeri ditenggorokan karena adanya benjolan ketika alergi makanan muncul, dan ketika menelan rasanya sakit.
"Lalu yang paling fatal adalah mengalami sesak nafas dan syok anafilaktik. Orang yang mengalami syok anafilaktik akan mengalami keringat dingin, jantung berdebar-debar, dan penurunan kesadaran. Biasanya orang yang mengalami syok anafilaktik yang daya tahan tubuhnya tidak kuat," kata dr Aldo.
Orang yang paling berisiko terkena syok anafilatik adalah orang yang memiliki alergi lain seperti asma, kemudian mengalami lagi alergi makanan.
Itu sebabnya orang yang memiliki asma harus berhati-hati dalam memilih makanan.
Alergi makanan setiap orang tidak sama, dan tidak semua orang mengalami alergi makanan.
Biasanya orang mengalami alergi makanan ketika sudah dewasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/dr-aldo-1.jpg)