Didi Kempot dan Rambut Gondrong Fenomenal yang Tak Akan Dipotong Lagi
Rambut gondrong dan blangkon khas pria Jawa seolah menjadi identitas yang lekat dengan sosok Didi Kempot.
Penulis: Heribertus Sulis | Editor: Heribertus Sulis
Didi Kempot meninggal pukul 07.45 WIB.
"Betul, meninggal pagi ini di RS Kasih Ibu. Sudah saya cek ke dokter jaga," ujar dia.
Kakak kandung Didi Kempot, Lilik menyatakan akhir-akhir ini adiknya kelelahan karena banyak kegiatan.
"Kalau saya prediksi ya begitu mbak, kecapekan," ungkap Lilik.
Lilik menyebut selama ini Didi Kempot tidak pernah mengeluhkan sakit.
"Dia enggak bilang kalau ngomong sakit betul, enggak ngomong," kata Lilik.
Ketika ditanya soal riwayat penyakit, Lilik menyebut adiknya tak memiliki riwayat penyakit apapun.
"Enggak ada (riwayat penyakit), mbak," jawab Lilik.
Dionisius Prasetyo atau dikenal sebagai Didi Kempot menjadi fenomena musik Indonesia.
Musisi asal Surakarta ini kini bahkan digelari sebagai The God Father of Brokenheart atau bapak patah hati Nasional.
Julukan ini muncul karena hampir sebagian lagu yang diciptakan olehnya bertemakan patah hati, kesedihan, penantian, dan kehilangan.
Mulai dari Stasiun Balapan yang menceritakan sepasang kekasih yang berpisah di Stasiun Balapan Kota Solo, atau lagu Cidro yang menceritakan seseorang yang patah hati karena beda kasta.
Yang paling anyar beberapa lagu Didi Kempot diantaranya yakni Suket Teki, Banyu Langit, Pamer Bojo.
Didi Kempot mengawali karir sebagai seorang musisi jalanan.
Anak dari pelawak terkenal Ranto Gudel anggota Group Lawak Srimulat ini menjadi pengamen di kota kelahirannya Solo sejak tahun 1984 hingga 1986.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/penyanyi-didi-kempot-meninggal-dunia.jpg)