Berita Nasional
Nenek Berusia 110 Tahun Masih Sehat di Sulawesi, Tak Pernah Tinggalkan Salat, Zikir, dan Mengaji
Nenek bernama Wa Kaua itu berusia sekitar 110 tahun. Pada usia tersebut, ia tak pernah meninggalkan salat lima waktu dan mengaji setiap harinya.
Meski tak ada bukti tertulis atau kesaksian orang lain, Mbah Arjo mengklaim usianya sudah 200 tahun lebih.
Namun, sesuai data di balai desanya, Mbah Arjo tercatat kelahiran 1825.
Saat itu, ia hidup bersama anaknya, Ginem (53), anak ke-18 dari istri yang keenam.
Sejak 1990-an, mereka tinggal di lereng Gunung Kelud atau tepatnya di Gunung Gedang.
Dari puncak Gunung Kelud itu, tempat tinggal Mbah Arjo berjarak sekitar 10 kilometer.
Tidak mudah untuk menuju lokasi karena jalannya cukup sulit dan harus melalui perkebunan pohon karet yang masuk wilayah Perhutani (BKPH Wlingi).
Untuk menuju tempat tinggal Mbah Arjo hanya bisa ditempuh dengan sepeda motor yang sudah dimodifikasi seperti trail.
Tempat tinggal Mbah Arjo lebih dikenal dengan Candi Wringin Branjang, yaitu candi yang diperkirakan peninggalan Kerajaan Majapahit.
Bahkan, candi yang bangunannya mirip Candi Penataran itu disebut-disebut ditemukan pertama kali oleh Mbah Arjo pada 1990.
Saat itu, Mbah Arjo yang baru sebulan menghuni lokasi itu menemukan bangunan yang terpendam tanah pegunungan.
Ditemui Minggu (14/1/2018) pukul 09.00 WIB, ia sedang duduk di rumah sederhana dengan ukuran 3 x 4 meter.
Dinding rumahnya berasal dari bambu (gedek), tetapi sebagian belum dianyam dan cukup dipaku.
Atapnya terbuat dari alang-alang bercampur jerami.
"Sejak saya tinggal di sini (1990-an), ya ini rumah saya. Ini saya tempati dengan anak perempuan saya," tutur Mbah Arjo.
Saat itu ia bicaranya masih lancar, tetapi mengatakan sudah setahun kesulitan jalan.