Tribun Lampung Barat

Akses Liwa-Krui yang Longsor di Way Gemercik Terbuka Penuh Bisa Dilalui Dua Arah

Jalan Liwa-Krui yang mengalami longsor di Kilometer 12, tepatnya di Way Gemercik dalam kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS)

ISTIMEWA
Proses evakuasi material longsor di KM 12 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LIWA - Jalan Liwa-Krui yang mengalami longsor di Kilometer 12, tepatnya di Way Gemercik dalam kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) sudah terbuka sepenuhnya dan bisa dilalui dua arah, Sabtu (9/5/2020) pukul 13.00 WIB.

Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lampung Barat Sudarto melalui Kabid Bina Marga Robert Putra mengatakan, sebelumnya akses jalan sudah terbuka namun baru satu arah sekitar pukul 10.00 WIB.

"Sementara setelah terus dievakuasi material longsor yang menutupi badan jalan, kini sudah terbuka secara keseluruhan. Jam 13.00 WIB," jelasnya kepada Tribunlampung.co.id, Sabtu (9/5/2020) malam.

BREAKING NEWS Hujan Deras Guyur Lambar, Akses Jalan Liwa-Krui Putus Akibat Longsor

Pihaknya mendapatkan bantuan alat berat dari Peisisr Barat berupa backhoe loader. "Ada bantuan alat dari Pesisir Barat, backhoe loader. Jadi total menggunakan 3 alat berat," beber Robert.

Jalan nasional penghubung Kabupaten Lambar dengan kabupaten pemekarannya yakni Pesisir Barat ini sempat mengalami longsor pada Sabtu pagi. Material longsor menutupi badan jalan sepanjang 15 meter dengan ketinggian longsor di badan jalan mencapai 1 sampai meter. Titik tersebut memang menjadi salah satu jalur rawan longsor.

Gempa Guncang Lampung, Getarannya Terasa hingga ke Lampung Barat

Proses evakuasi sendiri melibatkan aparat kepolisian, TNI, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), termasuk dinas perhubungan Lambar.

Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi dalam waktu kurang dari setengah bulan lalu di jalur yang sama tepatnya Kilometer 2 sebelum Kolam Renang Way Sinda, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Lambar.

Saat itu longsor yang terjadi 27 April 2020 menutupi jalan sepanjang 10 meteran dengan ketinggian material longsor mencapai 2 meter.

Proses evakuasi juga cukup memakan waktu karena hanya menggunakan satu backhoe loader. Pantauan Tribunlampung.co.id, sepanjang jalur penghubung Liwa-Krui memang rawan longsor karena secara umum diapit tebing dan jurang serta tak sedikit yang berada di kawasan TNBBS.(Tribunlampung.co.id/ Sulis Setia M)

Penulis: sulis setia markhamah
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved