Berita Nasional
Lawan Polisi Pakai Samurai, Begal di Medan Tewas Setelah Timah Panas Menembus Badan
Seorang begal motor di Medan, Sumatera Utara, Tewas setelah ditembak oleh polisi.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seorang begal motor di Medan, Sumatera Utara, Tewas setelah ditembak oleh polisi.
Begal tersebut berusaha melawan polisi dengan samurai saat akan ditangkap.
Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (9/5/2020) dinihari sekira pukul 00.00 WIB.
Sempat kabur seusai membegal dan melukai korbannya, RRL alias K (25) tewas ditembak oleh polisi.
Penjahat itu tewas ditembus timah panas oleh aparat di Komplek Perumahan Veteran, Desa Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (9/5/2020) dinihari sekira pukul 00.00 WIB.
• Begal Asal Lampung Bunuh Sopir Taksi Online, Butuh Uang Biaya Istri Melahirkan
• Aksi Curanmor di Alfamart Segala Mider Terekam CCTV, 1 Pelaku Diduga Perempuan
• Warga Sempat Kejar Pelaku Begal yang Rampas Motor Milik PNS di Lampung Utara
• Viral Video Buser Kejar Begal di Jalan Raya hingga Tembak Perut Pelaku

RRL warga Perumnas Mandala dikenal sebagai begal motor yang sangat kejam.
Dalam beraksi, dia sering menggunakan samurai untuk melukai korbannya.
Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji menyebutkan pelaku beraksi bersama satu orang rekannya berinisial H (22) yang telah terlebih dahulu diamankan petugas Polda Sumut.
Irsan menegaskan pelaku melakukan perlawanan dengan mengancam petugas dengan samurai.
"Kita berhasil menangkap hasil ungkap kasus curas yang merupakan hasil koordinasi dengan Polda Sumut."
"Kita telah menangkap pelaku H warga Perumnas Mandala."
"Lalu pada saat tanggal 9 Mei, petugas mendapati kabar salah satu tersangka berada di suatu tempat."
"Ketika dilakukan upaya penangkapan pelaku berinisial K ini melakukan perlawanan sehingga petugas melakukan tindakan tegas," katanya saat dikonfirmasi Tribun, Sabtu (9/5/2020) di Mapolrestabes Medan.
Selanjutnya petugas membawa tersangka ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan pertolongan.
Namun, nyawa pelaku tidak tertolong dan tim medis menyatakan bahwa tersangka sudah meninggal dunia.
Ia menuturkan kronologi terjadi di mana pada 2 Mei 2020, korban Rian Hadi Kesuma dibegal saat hendak berangkat bekerja di Jalan Komplek Perumahan Veteran, Desa Medan Estate, Percut Sei Tuan.
"Jadi pada tanggal 2 Mei, korban Rian Hadi Kesuma berangkat dari rumahnya di Perumahan Veteran Percut Sei Tuan menuju ke Rumah Sakit Haji sekitar pukul enam pagi."
"Di pertengahan jalan, diberhentikan oleh dua orang pelaku yang tidak dikenal."
"Mereka menghentikan kendaraan dan mengambil kuncinya dengan senjata tajam samurai dan parang."
"Lalu kendaraan korban diambil paksa dua orang pelaku," tutur Irsan.

Lebih lanjut, Irsan menyebutkan peran dari pelaku RRL alias K adalah mengambil motor sedangkan pelaku H berperan mengancam korban dengan samurai.
Ia menuturkan bahwa pihaknya terpaksa melakukan tindakan tegas terukur karena pelaku karena melakukan perlawanan.
"Lalu setelah melakukan pendalaman dengan Polrestabes Medan muncul lah inisial K setelah dilakukan pengembangan."
"Peran pelaku K ini adalah mengambil sepeda motor sedangakan pelaku H untuk mengancam para korban," beber Irsan.
Selanjutnya, ia menyebutkan pihaknya juga berhasil menangkap penadah curian senilai Rp 22,8 juta.
"Lalu ada pengembangan kita dapatkan 480 pelaku penadahnya berinisial AR alias A berumur 42 tahun warga Jalan Cendrawasih Mandala."
"Di mana ia berperan menjual sepeda motor kepada pelaku inisial I (DPO) senilai Rp 2.7 juta," pungkasnya.
Berakhir Tragis Dihajar Massa
Sebelumnya, begal motor berinisial MB (36) tewas mengenaskan setelah dihajar massa lantaran tertangkap basah saat merampok pengendara motor.
Aksi begal terjadi di Kampung Cicentang, Rawa Buntu, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, Jumat (8/5/2020) dini hari.
Menurut Kapolsek Serpong, AKP Supriyanto, kejadian berawal ketika korban, Raka (20) sedang duduk sendiri di atas motor.
Dia berada di motornya tersebut karena sedang menunggu temannya.
Pelaku kemudian meminta kunci motor dan mengancam akan membacok.

"Korban yang merasa terancam langsung berteriak meminta tolong.
Teriakan tersebut mengundang perhatian warga setempat yang langsung datang dan menangkap pelaku," kata Supriyanto.
Pelaku kemudian dihakimi massa.
Setelah itu warga menyerahkan pelaku ke Polsek Serpong.
Melihat pelaku dalam kondisi parah, polisi langsung membawanya ke RSUD Kabupaten Tangerang.
"Setelah dilakukan penindakan medis oleh dokter RS Kabupaten Tangerang, tersangka dinyatakan meninggal dunia," tutur Supriyanto.
Dari penangkapan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa sepeda motor Honda Scoopy, kunci leter T berikut dua mata kuncinya, dan dua kunci sepeda motor.
Sebelumnya diberitakan kisah tragis dialami seorang gadis berusia 18 tahun asal Desa Wadungasih, Kecamatan Buduran, Sidoarjo dilaporkan hilang sejak akhir Januari lalu.
Belakangan, beredar kabar bahwa siswa kelas XI sebuah SMK di Sidoarjo itu telah menjadi korban pembunuhan dan jenazah lalu dibuang ke sungai.
Upaya pencariannya pun agak sulit karena kejadiannya sudah lebih dari satu bulan.
Apalagi, belum jelas titik lokasi pembuangannya.
Korban dilaporkan hilang pada akhir Januari lalu.
Terakhir bisa dihubungi pada 30 Januari sekira pukul 18.30 WIB saat gadis cantik itu baru pulang dari Bank BRI Syariah Sidoarjo tempat magangnya.
"Informasi terakhir, korban ada Buduran. Pulang dari magang kerja. Pukul 18.30 WIB, handponnya masih bisa dihubungi. Tapi saat ditelpon lagi pukul 19.00 WIB, sudah tidak bisa," kata Yoyok Efendi Kepala Dusun Wadung mewakili keluarga korban, Selasa (10/3/2020).
Karena tak kunjung pulang dan tidak bisa dihubungi, sehari berikutnya keluarga memutuskan untuk melapor ke Polsek Buduran.
Gadis SMK itu dilaporkan hilang.
Selain itu, keluarga korban juga berusaha memposting ke sejumlah media sosial semacam pengumuman tentang dugaan hilangnya siswa tersebut.
Sebulan lebih tak ada kabar, keluarga dikagetkan dengan informasi yang diterima bahwa korban telah menjadi korban pembunuhan.
Sepeda motornya dibawa pelaku, kemudian korban dibuang ke sungai.
Kabar yang beredar, pelaku pembunuhan itu sudah diamankan polisi.
"Kemarin mendapat informasi dari Polresta Sidoarjo, bahwa pelakunya tertangkap dan sepeda motor scoopy yang dipakai korban ditemukan di kawasan Probolinggo," kata Yoyok kepada Tribunjatim.com.
Oleh petugas, pria terduga pelaku pembunuhan itu juga sempat dikeler untuk menunjukkan sungai tempat membuang korban. Yakni di sungai yang berada di kawasan Lingkar Timur, Sidoarjo.
Jenazahnya Belum Ditemukan
Pelaku mengaku membuang jenazah korban pembunuhan tersebut telah dibuang ke sungai di kawasan Lingkar Timur Sidoarjo.
Atas dasar itu, warga bersama tim SAR dari Basarnas Surabaya melakukan pencarian di sungai yang diduga menjadi lokasi korban dihanyutkan, Selasa (10/3/2020).
Pencarian juga dilakukan dengan mengerahkan sebuah perahu karet.
"Pencarian kami lakukan sampai sekira 5 kilometer," kata Dewa, Komandan Tim SAR di sela pencarian.
Menurutnya, pencarian akan dilanjutkan pada Rabu besok dengan area lebih luas lagi. Sampai lebih dari sembilan kilometer.
"Pencarian ini dilakukan setelah ada kordinasi dengan Polresta Sidoarjo. Yakni upaya pencarian terhadap korban pembunuhan dan curanmor," ujar dia.
Diakuinya, upaya pencarian agak sulit karena kejadiannya sudah lebih dari satu bulan. Apalagi, belum jelas titik lokasi pembuangannya.
Korban dilaporkan hilang pada akhir Januari lalu. Terakhir bisa dihubungi pada 30 Januari sekira pukul 18.30 WIB.
Ketika itu gadis cantik tersebut baru pulang dari Bank BRI Syariah Sidoarjo. Siswa SMK itu sedang magang di sana.
"Informasi terakhir, korban ada Buduran. Pulang dari magang kerja. Pukul 18.30 WIB, handponnya masih bisa dihubungi.
Tapi saat ditelpon lagi pukul 19.00 WIB, sudah tidak bisa," kata Yoyok Efendi Kepala Dusun Wadung mewakili keluarga korban, Selasa (10/3/2020).
Karena tak kunjung pulang dan tidak bisa dihubungi, sehari berikutnya keluarga memutuskan untuk melapor ke Polsek Buduran. Gadis SMK itu dilaporkan hilang.
Selain itu, keluarga korban juga berusaha memposting ke sejumlah media sosial. Semacam pengumuman tentang dugaan hilangnya siswa tersebut.
Sebulan lebih tak ada kabar, keluarga dikagetkan dengan informasi yang diterima bahwa korban telah menjadi korban pembunuhan.
Sepeda motornya dibawa pelaku, kemudian korban dibuang ke sungai. Kabar yang beredar, pelaku pembunuhan itu sudah diamankan polisi.
"Kemarin mendapat informasi dari Polresta Sidoarjo, bahwa pelakunya tertangkap dan speda motor scoopy yang dipakai korban ditemukan di kawasan Probolinggo," kata Yoyok.

Oleh petugas, pria terduga pelaku pembunuhan itu juga sempat dikeler untuk menunjukkan sungai tempat membuang korban. Yakni di sungai yang berada di kawasan Lingkar Timur, Sidoarjo.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Begal Motor Tewas Diamuk Massa di Tangerang Selatan, Begini Kronologi Kejadiannya
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul BREAKING NEWS: Polisi Tembak Mati Begal di Percut Sei Tuan, Ancam Korban Pakai Samurai dan Parang
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Begal Tewas Ditembak Setelah melawan Polisi Pakai Samurai di Medan
Seorang begal motor di Medan, Sumatera Utara, Tewas setelah ditembak oleh polisi. Begal tersebut berusaha melawan polisi dengan samurai saat akan ditangkap. Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (9/5/2020) dinihari sekira pukul 00.00 WIB.