Minum Obat Corona Racikan Sendiri, Apoteker Tewas

Menurut polisi, sang bos dari apoteker tersebut juga harus dirawat di rumah sakit karena melakukan aksi yang sama.

Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi - Rapid test virus corona (Covid-19). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seorang apoteker meninggal dunia seusai meminum ramuan kimia yang telah mereka kembangkan dalam upaya untuk mengobati virus corona.

Menurut polisi, sang bos dari apoteker tersebut juga harus dirawat di rumah sakit karena melakukan aksi yang sama.

Dilansir dari Channel News Asia, kedua orang ini bekerja di sebuah perusahaan obat herbal dan sedang menguji pengobatan mereka yang merupakan campuran nitric oxide dan sodium nitrate di sebuah rumah di kota Chennai selatan.

Apoteker bernama K Sivanesan kemudian tewas di tempat, sementara rekannya Rajkumar berupaya pulih dari keracunan.

Kumar mengatakan Sivanesan membeli bahan kimia dari pasar lokal dan mengembangkan formula setelah melakukan penelitian di internet.

Viral Video Ferdian Paleka Ditelanjangi di Tahanan, Kapolres Buka Suara

Ditinggal Ibu ke Pasar saat Lockdown Corona, Gadis 13 Tahun Ditemukan Tewas di Rumahnya

Tak Bisa Mudk karena Lockdown, Tukang Batu Potong Lidah Sendiri agar Wabah Corona Berakhir

Gara-gara Banyak Desa Lockdown Pemulung di Jawa Tengah Terpaksa Curi Padi di Sawah

Sejauh ini, belum ada obat atau vaksin yang disetujui untuk mengobati COVID-19, yang memicu perlombaan global untuk penemuan obat baru guna menyembuhkan penyakit yang telah menewaskan hampir 300.000 orang di dunia ini.

Hampir 60.000 kasus corona telah terdeteksi di India, yang telah memberlakukan lockdown nasional yang drastis dalam upaya untuk menghentikan penyebaran penyakit tersebut.

16 Orang Tewas Tertabrak Kereta, Tidur di Rel karena Kelelahan Mudik

Sebanyak 16 pekerja migran tewas terlindas kereta api saat tertidur di rel lintasan kereta pada Jumat (8/5/2020).
Sebanyak 16 pekerja migran tewas terlindas kereta api saat tertidur di rel lintasan kereta pada Jumat (8/5/2020). (Times of india)

Sebanyak 16 orang tewas tertabrak kereta api saat tidur di lintasan rel kereta api. Mereka mengira kereta api tidak beroperasi karena ada kebijakan lockdown.

Para pekerja tidur di lintasan kereta api setelah kelelahan karena pulang kampung dengan berjalan kaki sejauh 36 kilometer.

Para pekerja tidur di atas rel kereta api karena mengira tak akan ada kereta lewat saat pemerintah India memberlakukan lockdown.

Pekerja yang mau mudik ini akhirnya tewas terlindas kereta api pada Jumat (8/5/2020).

Para pekerja migran itu hendak pulang ke kampung mereka setelah kehilangan pekerjaan akibat aturan batasan (lockdown).

 Suami Lempar Istri dari Lantai 7 Apartemen karena Stres di Lockdown

 Tak Bisa Mudk karena Lockdown, Tukang Batu Potong Lidah Sendiri agar Wabah Corona Berakhir

 Cegah Warga ke Pasar Sayur saat Lockdown, Tangan Polisi Putus Dibacok

 Ditinggal Ibu ke Pasar saat Lockdown Corona, Gadis 13 Tahun Ditemukan Tewas di Rumahnya

Dilansir Reuters, puluhan ribu orang di India berjalan kaki pulang ke kampung halaman mereka dari kota-kota besar setelah kehilangan pekerjaan akibat lockdown untuk menghentikan laju penularan virus corona sejak akhir Maret silam.

Dia juga menambahkan kalau pihaknya tengah meminta penyelidikan terkait kecelakaan ini.

Pekerja migran memadati terminal bus di perbatasan Uttar Pradesh dekat New Delhi, India, pada 28 Maret 2020 menyusul keputusan lockdown untuk mencegah corona
Pekerja migran memadati terminal bus di perbatasan Uttar Pradesh dekat New Delhi, India, pada 28 Maret 2020 menyusul keputusan lockdown untuk mencegah corona ((STR/EPA-EFE) via Kompas.com)
Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved