Tribun Lampung Selatan

KKP Panjang Minta Calon Penumpang Rapid Test Mandiri Sebelum Menyeberang di Bakauheni

Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas II Panjang meminta kepada masyarakat untuk rapid test secara mandiri

KKP Panjang Minta Calon Penumpang Rapid Test Mandiri Sebelum Menyeberang di Bakauheni
Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Kepala Kantor KKP Kelas II Panjang, R. Marjunet

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas II Panjang meminta kepada masyarakat untuk rapid test secara mandiri bila ingin keluar daerah melalui pelabuhan penyeberangan dan penerbangkan.

Hasil rapid test nantinya dibawa saat perjalanan keluar daerah melalui pelabuhan penyeberangan dan bandara sebagai syarat mendapatkan surat klirens kesehatan dari KKP.

“Kita minta kepada masyarakat yang ingin ke luar daerah melalui penyeberangan untuk  rapid test covid-19. Karena syarat untuk klirens kesehatan,” kata Kepala Kantor KKP Kelas II Panjang, R. Marjunet kepada Tribunlampung, Jumat (15/5).

40 Kader Gerindra Jalani Rapid Test Mandiri

Bila masyarakat telah memiliki hasil rapid test dengan hasil non reaktif (negatif) akan  memudahkan proses penerbitan klirens kesehatan di pelabuhan untuk penyeberangan.

Dirinya membenarkan, bila pihaknya membuka pelayanan untuk rapid test. Tetapi ini sifatnya hanya untuk membantu warga yang memiliki keperluan ke luar daerah, tetapi belum melakukan rapid test secara mandiri sebelumnya.

“Pelayanan rapid test yang kita lakukan di pelabuhan Bakauheni sifatnya membantu saja. Dan memang masyarakat yang melakukan rapid test kita kenakan biaya pengganti untuk alat regen rapid test. Karena sifatnya seperti rapid test mandiri,” ujar dirinya.

Harus Rapid Test, Syarat Pemudik di Bakauheni untuk Bepergian ke Luar Daerah 

Marjunet mengatakan, biaya pengganti alat regen rapid test ini pun relatif lebih murah bila dibandingkan dengan melakukan rapid test mandiri. Untuk alat regen rapid test ini di suplayer Rp. 285 ribu perunit. Untuk biaya pengganti regen rapid test yang dikenakan pihaknya hanya Rp.250 ribu.

“Kita bisa lebih murah. Karena mendapatkan potongan harga dari suplier. Tetapi ini tidak bisa terus menerus diberikan suplier,” kata dia.

Menurut dirinya, untuk pelayanan penerbitan surat klirens kesehatan pihaknya tidak mengenakan biaya. Bahkan untuk membantu proses rapid test oleh petugas pun secara gratis.

“Kalau masyarakat sudah melakukan test mandiri sebelumnya. Tidak perlu rapid test di pelabuhan. Tinggal menunjukan hasil rapid testnya yang non reaktif (negative), kita akan terbitkan surat klirens kesehatannya,” ujar Marjunet.

Halaman
12
Penulis: Dedi Sutomo
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved