Tribun Bandar Lampung

Warga Jagabaya Way Halim Keluhkan Masalah UMKM ke Anggota DPRD Lampung

Anggota Komisi V DPRD Lampung Apriliati menggelar reses dengan menyambangi masyarakat Jagabaya Way Halim.

Penulis: kiki adipratama | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi
Reses anggota DPRD Lampung Aprilliati. Warga Jagabaya Way Halim Keluhkan Masalah UMKM ke Anggota DPRD Lampung 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Anggota Komisi V DPRD Lampung Apriliati menggelar reses dengan menyambangi masyarakat Jagabaya Way Halim Bandar Lampung, Sabtu (16/5/2020).

Dalam kesempatan itu, warga masyarakat banyak mengeluhkan dampak Pandemi Covid-19 yang melanda.

Seperti pelaku UMKM pengrajin tempe dan tahu di Gunung Sula, Way Halim Bandar Lampung.

Edi, pelaku UMKM tersebut menuturkan bahwa aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh masyoritas warga Gunung Sula itu macet alias tidak berjalan.

Hal itu, kata Edi, lantaran pengaruh pandemi Covid-19 di Bandar Lampung.

Diskusi Virtual, Fraksi PKS DPRD Lampung Akan Kawal Anggaran Sekolah

Anggota DPRD Lampung Sumbang APD ke RSUD Kota Agung

UPDATE Corona di Lampung 16 Mei, PDP Tambah 1, ODP Tambah 14

Petugas Pintu Tol Mesuji yang Dikabarkan Positif Corona Ternyata Warga OKI Sumsel

“Mayoritas warga Gunung Sula berprofesi sebagai pengrajin tahu tempe. Bahkan, saking banyaknya, warga membentuk Koperasi. Namun, akhir-akhir ini UMKM kami tak berjalan seperti biasanya," ujar Edi.

"Tentunya, kami sangat berharap aspirasi ini bisa didengar Pemerintah, sehingga harga kedelai bisa kembali normal,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi PDIP Perjuangan itu mengaku akan meningkatkan kesejahteraan para pengrajin tahu tempe.

“Di tengah wabah Covid-19, kita dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan bergizi, seperti halnya tahu tempe. Sebab, tahu tempe relatif sangat murah harganya dan mudah didapat,” ucap dia.

Namun demikian, ia juga meminta masyarakat untuk selalu menerapkan pola hidup sehat guna pencegahan Covid-19 kepada masyarakat.

Terlebih, kata dia, Bandar Lampung sudah menerapkan wajib masker bagi masyarakatnya.

“Kita imbau masyarakat untuk selalu jaga jarak dan hindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengkonsumsi buah, sayur dan makanan bergizi, serta menggunakan masker saat keluar rumah,” jelasnya.

“Bagi warga saya imbau jangan ngeyel, dan harus sadar. Jangan sampai kena sanksi. Sebab, kesadaran masyarakat masih sangat minim jika tidak ada sanksi,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Apriliati juga membagikan sembako berupa beras, nasi kotak dan kue kotak bagi warga masyarakat.(Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved