Penjual Gorengan di Lampung Tak Mau Lagi Jadi Penerima Bantuan Warga Miskin

Sebenarnya sangat membantu kalau dapat bantuan itu. Tapi kan yang perlu dibantu masih banyak

Tribunlampung.co.id/R Didik Budiawan C
Windriyani menyerahkan surat pernyataan mengundurkan diri dari program PKH, Minggu (17/5/2020). Penjual Gorengan di Pringsewu Mundur Sebagai Penerima Bantuan PKH, Alasannya Mengharukan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Pringsewu, Lampung mundur dari program perlindungan sosial bagi Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM), yakni Program Keluarga Harapan (PKH).

Kali ini yang mengundurkan diri adalah seorang penjual gorengan di tepi ruas Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Kabupaten Pringsewu, yakni Windriyani (36).

Tempat jualan Windriyani tepatnya di depan RS Surya Asih.

 IRT di Pringsewu Tolak Bantuan Sembako dari Pemerintah, Alasannya Bikin Haru

Dia menuturkan, pengunduran dirinya dari program bantuan pemerintah tersebut karena merasa masih banyak orang lain yang membutuhkan.

"Kalau saya Alhamdulilah lah, jualan gorengan ini ya, Insya Allah ke depannya lebih baik lagi, " katanya, Minggu, 17 Mei 2020.

Meskipun dalam menjual gorengan, omset Windriyani pasang surut.

Terkadang laris, terkadang tidak.

"Sebenarnya sangat membantu kalau dapat bantuan itu."

"Tapi kan yang perlu dibantu masih banyak," terusnya.

Selain itu, dia juga berharap, langkah mundur dari program bantuan pemerintah tersebut dapat memotivasi warga lainnya yang mampu tapi tercantum dalam daftar bantuan.

Sebab, menurut Windriyani, yang lebih mampu dari dirinya sebenarnya juga banyak.

Tapi, kata dia, rata-rata dari mereka tidak ingin mengundurkan diri.

Windriyani mengatakan, bila dirinya mendapat bantuan PKH dari 2018.

Setelah ia mundur, berharap bantuan yang tadinya ia terima bisa dialihkan ke orang yang lebih membutuhkan.

"Orang yang kepingin dibantu kan masih banyak," tukasnya.

Sementara itu, Pendamping Sosial PKH Kecamatan Pringsewu Fajri Nirwan menilai langkah Windriyani ini sangat luar biasa.

"Artinya luar biasa, situasi pandemi saat ini, yang kita tahu banyak orang berbondong-bondong minta bantuan pemerintah, ini ada yang sudah dapat bantuan tapi malah mundur," ujarnya.

Dia berharap Windriyani yang sudah mundur dari PKH secara mandiri rezekinya bertambah banyak.

Serta bertambah sejahtera dan tidak kembali lagi ekonominya ke tingkat bawah.

Fajri mengatakan bila Windriyani sebenarnya masih terkategori sebagai penerima PKH.

Namun, Windriyani menghendaki mundur dari penerima bantuan.

"Harapannya bisa memberi motivasi kepada yang lain," tuturnya.

Anggota DPRD Terharu

Windriyani yang tercatat sebagai warga Kelurahan Pringsewu Timur, Kecamatan Pringsewu, menyerahkan surat pernyataan mengundurkan diri kepada Pendamping Sosial PKH Kecamatan Pringsewu Fajri Nirwan, Minggu, 17 Mei 2020 di tempatnya berjualan.

Prosesi penyerahan tersebut didampingi oleh Ketua Komisi IV DPRD Pringsewu Suryo Cahyono dan Sekretaris Komisi II DPRD Pringsewu Anton Subagiyo.

Suryo sangat mengapresiasi langkah Windriyani.

Apa yang telah dilakukan Windriyani ini, menurutnya sangat menyentuh hati.

Justru, kata dia, melihat penjual gorengan yang masih layak menerima PKH, tapi menyatakan mundur secara mandiri, membuat sangat terharu.

"Berterima kasih, harapannya ke depan yang lebih dari Winandriyani bisa turut serta (mundur)."

"Apalagi di saat Covid seperti ini," tukasnya. (Tribunlampung.co.id/R Didik Budiawan C)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved