Kasus Corona di Lampung

Masyarakat Hidup Berdampingan dengan Corona, IDI: Dokter Dipaksa untuk Siaga

Aditya M Biomed mengatakan jika new normal dilakukan di Bandar Lampung, maka peledakan kasus positif corona akan terjadi.

Tribunlampung.co.id/Soma
Suasana salah satu pusat perbelanjaan di Bandar Lampung. Masyarakat Hidup Berdampingan dengan Corona, IDI: Dokter Dipaksa untuk Siaga 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Istilah New Normal sudah membubuhi setiap aktivitas masyarakat.

Dengan adanya istilah tersebut, masyarakat seakan dituntut untuk dapat beradaptasi supaya hidup berdampingan dengan ancaman persebaran virus corona (Covid-19).

Keadaan yang demikian dijalani oleh sejumlah orang meskipun hingga hari ini vaksin virus tersebut belum ditemukan.

Bahkan, secara jumlah kasus Corona di Lampung khsusnya di Bandar Lampung masih bertambah.

Terlebih, beberapa hari kebelakang banyak titik-titik lokasi perbelanjaan didapati memiliki jumlah pembeli yang tinggi.

Klaster Temboro Dominasi Lonjakan, Pasien Corona di Lampung Tembus 101 Kasus 

Ada 2 Kasus Positif Corona Baru di Way Kanan, Salah Satunya Santri

Warga Lihat Awan Pekat di Langit Tuba, 245 Rumah Rusak Akibat Puting Beliung, 1 Tewas 3 Luka

Kapolres Lampung Utara Imbau Warga Silaturahmi Perayaan Idul Fitri Melalui Daring

Merujuk kepada hal tersebut, Ketua (Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bandar Lampung Aditya M Biomed mengatakan jika new normal dilakukan di Bandar Lampung, maka peledakan kasus positif corona akan terjadi.

"Melihat kondisi yang demikian saja sudah kami sudah sedih. Kita kan di sini mengalami ketakutan akan virus corona secara bersama-sama, jadi tolonglah untuk dihadapi secara bersama-sama," ujarnya saat dihubungi Trbunlampung.co.id, Jumat (22/5/2020).

Namun, ia menjelaskan jika kondisi yang demikian tetap terjadi, maka pihak dokter dengan otomatis dipaksa untuk siaga.

"Ya kalau rutinitas yang seperti itu terus berangsur dan tidak bisa terminimalisir, maka para dokter dengan demikian dipaksa untuk selalu siaga," jelasnya.

Tidak terlepas dari itu, meskipun siaga, ia juga mengharapkan supaya masyarakat dapat mengerti akan bahayanya virus asal Tiongkok tersebut.

Kemudian, terkait cara baru berobat di masa pandemi, Aditya menjelaskan hal yang demikian tidaklah semudah menerapkan new normal atas aktivitas keseharian.

"Sangat sulit diterapkan bagi proses perobatan di masa pandemi ini, karena fase pendiagnosaan tidak melulu bisa menggunakan fasilitas daring, tapi ada kalanya melihat bentuk fisik pasien," jelas dia.(Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer)

Penulis: Vincensius Soma Ferrer
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved