Sosok Buruh yang Batal Menang Lelang Motor Listrik Jokowi
Ia menawar motor listrik merek Gesits bertanda tangan Presiden Joko Widodo Rp 2,55 miliar.
Ketua Umum Yayasan Generasi Lintas Budaya Olivia Zalianty dalam konferensi pers di Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebut, di usia yang masih sangat muda, yakni 19 tahun, Warren tergerak mengikuti lelang dan menawarkan harga tinggi.
"Beliau mengatakan ingin sekali membeli motor bertandatangan Bapak Presiden dan beliau siap membeli dengan harga yang sama dengan harga pemenang lelang kemarin (M Nuh)," kata Olivia.
"Ini adalah pemenang resmi dari lelang motor Gesits buatan anak bangsa, motor listrik pertama di Indonesia," sambungnya.
Hary Tanoesoedibjo mengungkapkan putranya sempat meminta izin kepadanya ketika ingin mengambil motor tersebut.
"Terus terang, saat mau ikut pun Warren tanya sama saya. Boleh ikut atau tidak. Karena ini tujuannya untuk memberikan bantuan sosial," ujar Hary menyampaikan sambutan mewakili anaknya.
Hary Tanoe mengizinkan putranya mengikuti lelang tersebut.
Warren bahkan akhirnya menyamakan angka dari pemenang lelang sebelumnya, yakni Rp 2,55 miliar.
Menurut Hary, Warren memiliki uang tersebut dari tabungannya.
Mengira Dapat Hadiah
Adapun M Nuh, pria yang awalnya memenangkan lelang, ternyata seorang buruh harian lepas.
Adalah Kapolda Jambi Inspektur Jenderal Pol Firman Santyabudi yang mengungkapkan identitas M Nuh.
Itu setelah sempat beredar kabar bahwa polisi menangkap M Nuh yang berasal dari Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi.
Kabar penangkapan Nuh sebelumnya diungkapkan Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi, Kamis (21/5).
Namun, Kapolda Jambi Firman meralat. Menurutnya, Nuh memang sempat dimintai keterangan oleh Polresta Jambi.
Namun, Nuh kembali pulang ke kediamannya tanpa dilakukan penangkapan, apalagi penahanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/buruh-yang-batal-menang-lelang-motor-listrik-jokowi.jpg)