Sosok Buruh yang Batal Menang Lelang Motor Listrik Jokowi
Ia menawar motor listrik merek Gesits bertanda tangan Presiden Joko Widodo Rp 2,55 miliar.
Firman menjelaskan, Nuh ternyata tidak mengetahui bahwa yang diikutinya dalam konser virtual, Minggu lalu, adalah lelang.
"Jadi memang tidak ada penangkapan dan penahanan kepada yang bersangkutan. Setelah diwawancara, dia ternyata tidak paham acara yang diikuti itu adalah lelang," tegasnya melalui pesan singkat, Kamis.
Nuh mengira dalam acara itu dirinya menang hadiah.
"Yang bersangkutan mengira bakal dapat hadiah. Karena ketakutan ditagih, dia justru minta perlindungan (kepada polisi)," beber Firman.
Sosok Nuh masih teka-teki setelah warga di Kampung Manggis, Kecamatan Pasar, Kota Jambi, mengaku tak ada yang mengenal pria tersebut.
Saat Tribunjambi.com melakukan penelusuran, tak seorang pun warga yang mengenal sosok Nuh. Mulai dari Forum RT hingga Camat Pasar, Mursidah.
"Kami juga bingung, tidak ada yang namanya M Nuh pengusaha di Kampung Manggis," kata Mursidah, Kamis.
Bamsoet Minta Maaf
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI Bambang Soesatyo menyampaikan permintaan maafnya terkait polemik lelang tersebut.
"Kalau ada pihak yang harus disalahkan, saya orangnya. Saya Bambang Soesatyo yang patut disalahkan, bukan yang lain. Karena saya PJ (penanggung jawab) acara ini," ujarnya, Jumat.
Bamsoet mengaku tidak enak hati kepada Presiden Jokowi soal lelang motor tersebut.
"Sebenarnya beliau tidak tahu apa-apa, karena beliau hanya membantu. Beliau hanya ingin membantu gagasan para seniman dan pekerja seni yang sebelumnya datang kepada saya, kepada kepala BPIP dan kepada BNPB untuk melakukan gagasannya melalui konser, dengan niat membantu saudara-saudaranya sesama seniman dan pekerja seni," jelasnya. (tribun network/tribun jambi/den)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/buruh-yang-batal-menang-lelang-motor-listrik-jokowi.jpg)