Dipaksa Bayar Cash Karena Listrik Padam, Pengguna Jalan Adu Mulut dengan Petugas Tol Ruas Terbanggi
Fauzan mengatakan, kejadian yang viral tersebut memang benar terjadi di ruas tol yang pihaknya kelola, yakni di Gerbang Tol (GT) Terbanggi Besar.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Sebuah video memperlihatkan petugas jalan tol di Lampung disebut memaksa pengguna tol untuk membayar dengan uang cash atau tunai,
viral di media sosial Facebook, Jumat (29/5/2020).
Unggahan video tersebut dibagikan oleh pemilik akun Facebook Echi Defalia.
Hingga Jumat (29/5/2020) pagi, unggahan video tersebut telah disukai lebih dari 1.700 kali dan dibagikan lebih dari 1.400 kali.
Dalam unggahannya, Echi Defalia menuliskan caption sebagai berikut:
• Jalan Tol Bakal Ditutup jika Larangan Mudik Lebaran 2020 Diterapkan
• VIDEO Begal Beraksi di Flyover Jalan Tol Lampung, Sulastri Kaget Motor Dipepet dan Kunci Dicabut
• Pemudik yang Melintasi Jalan Tol Lampung Dikenakan Tarif, PT Hutama Karya Tol: Berlaku 17 Mei 2019
"Menurut kalian saya salah gak seh klo mau bayar TOL pakai E-money (kartu tol) saya gak mau bayar cash krn tidak dikasi stuk ato kwitansi apapun,tapi kenapa petugas tol nya nyolot nyolot maksa nyuruh bayar cash dan klo gak mau bayar cash, saya d suruh puter balik keluar di pintu tol lain nya..kira kira saya lapor kemana ya atas perlakuan oom yg ngaku pribumi dan dia yg berkuasa di gerbang tol terbanggi ini,terima kasi."
Diketahui, lokasi kejadian terjadi di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar yang dikelola oleh PT Hutama Karya.
Konfirmasi Kompas.com Guna mencari tahu bagaimana kronologi kejadian yang sesungguhnya, Kompas.com menghubungi SEVP of Corporate Secretary PT Hutama Karya Muhammad Fauzan.
Fauzan mengatakan, kejadian yang viral tersebut memang benar terjadi di ruas tol yang pihaknya kelola, yakni di Gerbang Tol (GT) Terbanggi Besar.
Adapun waktu kejadian persilisihan tersebut tepatnya pada Jumat (29/5/2020) sekitar pukul 09.12 WIB.
"Iya benar. Sempat terjadi kesalahpahaman yang kemudian menimbulkan perselihan antara petugas layanan transaksi gerbang tol dengan pengguna jalan," kata Fauzan kepada Kompas.com, Jumat (29/5/2020).
Lebih lanjut, Fauzan juga menuturkan kronologi kejadian. Mulanya, kata Fauzan, terdapat masalah pada Generator Set (Genset) yang ada di gerbang tol sehingga mengakibatkan aliran listrik terputus dan proses transaksi menjadi terhambat.
"Pada saat yang sama, ada salah satu pengguna tol yang hendak melintas dan melakukan pembayaran di GT tersebut dengan menggunakan uang elektronik," ucap Fauzan.
Karena kondisi aliran listrik yang sedang mati, proses transaksi tidak dapat dilakukan dengan menggunakan uang elektronik. Kemudian petugas, lanjutnya, meminta pengguna tersebut untuk membayar dengan uang cash atau secara tunai.
"Pengguna jalan tol memaksa untuk membayar menggunakan uang elektronik di mana sudah dijelaskan bahwa di GT aliran listrik terputus," kata Fauzan.