Puting Beliung di Bandar Lampung

Barang Berharga Tak Bisa Diselamatkan, Korban Puting Beliung di Pulau Pasaran Harapkan Bantuan

Habibah, korban puting beliung di Pulau Pasaran, Kelurahan Kotakarang, Kecamatan Telukbetung Timur mengharapkan bantuan.

Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Soma
Kondisi rumah Habibah korban puting beliung di Pulau Pasaran. Barang Berharga Tak Bisa Diselamatkan, Korban Puting Beliung di Pulau Pasaran Harapkan Bantuan 

"Semua terjadi tiba-tiba. Saya hanya sempat menyelamatkan badan tanpa sempat berfikir mengamankan harta benda," tambahnya

Berdasarkan pantauan Tribunlampung.co.id, Selasa (2/6/2020), hanya tersisa puing-puing kayu yang berasal dari reruntuhan rumah tersebut.

Adapun lokasi rumah itu tepat bersampingan dengan batas laut.

Bahkan beberapa bagian rumah tersebut berada di atas permukaan air laut.

"Semua barang dan surat-surat penting hilang semua karena diterbangkan angin sebelum semuanya tenggelam di laut," ucapnya.

Sosok perempuan yang berprofesi sebagai penjemur ikan teri tersebut mengaku hanya bisa menyelamatkan beberapa pasang pakaian, barang-barang berat dan benda-benda yang mengapung.

"Sisa pakaian, kursi sama barang-barang lain yang mengapung," sebutnya.

Sementara, untuk tempat tinggal dirinya mengatakan untuk beberapa saat akan tinggal bersama orangtuanya.

Sebagai informasi tambahan, Senin 25 Mei kemarin daerah tersebut juga tertimpa bencana banjir akibat hujan deras.

Adapun banjir tersebut dikonfirmasi merendam seluruh wilayah hingga memiliki ketinggian sampai lutut orang dewasa.

Cerita Warga Detik-detik Angin Puting Beliung Menggulung Rumah di Tulangbawang, Ada Awan Hitam Pekat

Warga Kampung Tri Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Aliudin, menceritakan, bagaimana detik-detik pusaran angin puting beliung menggulung kawasan pemukiman warga di Banjar Agung, Rabu (20/05/2020) sore.

Suara gemuruh disertai hujan deras dengan cepat menghempas pepohonan, bangunan serta genting rumah warga.

Menurut Aliudin, peristiwa mengerikan itu bermula sekira pukul 14.25 WIB.

Saat itu, dirinya mengaku kaget melihat awan hitam pekat menyerupai badai berhembus ke arah pemukiman warga.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved