Viral Sampel Swab Dijarah Warga di Makassar, Begini Kronologinya

Sampel milik jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19) tersebut diduga diambil paksa dari Rumah Sakit Labuang Baji, Makassar.

istimewa via Kompas.com
Warga mengambil paksa sampel swab PDP dari Rumah Sakit Labuang Baji, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (5/6/2020). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MAKASSAR - Peristiwa sampel swab dijarah warga di Makassar bikin heboh dan menjadi viral di media sosial.

Sampel milik jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19) tersebut diduga diambil paksa dari Rumah Sakit Labuang Baji, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (5/6/2020).

Bagaimana kronologinya?

Dilansir dari Kompas.com, sampel swab yang berada di dalam sebuah cool box itu nyaris dibawa kabur oleh massa yang mengambil jenazah PDP.

Saat dikonfirmasi, Direktur RS Labuang Baji Andi Mappatoba mengaku tidak tahu dari mana warga tersebut mengambil cool box biru yang berisi dua sampel swab PDP corona.

UPDATE Corona di Lampung, 1 Positif, 2 PDP Meninggal, 6 Sembuh

3 Kecamatan di Bandar Lampung dengan Kasus Covid-19 Terbanyak, Panjang Nomor Satu

Bermodal 15 Juta Duda 60 Tahun Pinang Wanita Berusia 21 Tahun, Usai Nikah Ikut Suami Jadi Petani

Dikritik Soal Hutang Negara Luhut Tantang Bertemu, Enggak Usah Ngomong di TV-lah, Ketemu Saya Sini

Diduga, warga tersebut mengira cool box itu barang milik almarhum yang dirawat di RS Labuang Baji.

"Saat ini belum ada barang rumah sakit yang diambil. Bahkan tandu sudah dikembalikan. Cool box itu tidak dibawa lari, bukan dijarah massa. Ada yang bilang dijarah," kata Mappatoba kepada Kompas.com melalui telepon, Jumat malam. 

Mappatoba menceritakan kronologi warga membawa cool box dari ruangan jenazah PDP Covid-19 yang diambil paksa. 

Saat keluarga dan hampir ratusan orang mengeluarkan jenazah dan barang-barang  PDP dari ruang perawatan, pria yang membawa cool box biru juga turut keluar.

Pihak rumah sakit sendiri bingung dari mana cool box tersebut didapatkan pria yang diduga merupakan massa almarhum PDP Covid-19

Namun petugas yang melihat cool box biru dibawa kabur tersebut langsung mencegatnya di halaman rumah sakit dan meminta cool box itu dikembalikan. 

"Cool box itu tidak diambil dan sudah dikembalikan. Bahasa jarah itu kan kalau diambil tidak kembali tapi ini kan begitu ditegur langsung dikasi kembali. Utuh!," terang Mappatoba. 

Mappatoba menambahkan bahwa selama proses pengambilan paksa jenazah hingga meninggalkan rumah sakit, tak ada satu pun barang rumah sakit yang hilang. 

"Tidak ada satu pun yang dijarah. Seandainya ada yang dijarah, saya sudah laporkan paling tidak di polsek. Malah tadi yang kami khawatirkan itu tandu yang dibawa tapi sekarang sudah dikembalikan," kata Mappatoba.

Sebelumnya diberitakan, sebuah kotak pendingin (cool box) yang berisi dua buah sampel swab nyaris dibawa kabur oleh seorang warga saat jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar diambil paksa keluarga.

Direktur Rumah Sakit Labuang Baji Andi Mappatoba mengatakan, kotak penyimpanan tersebut dibawa kabur pada Jumat (5/6/2020) pagi tadi.

Kotak tersebut berisi sampel swab almarhum dan anaknya yang hendak dikirim ke laboratorium untuk diuji setelah dinyatakan PDP.

"Ada hasil swab pasien tadi tapi masih utuh. Tidak ada yang tahu saat kejadian karena massa banyak sekali masuk, nanti di jalanan baru kelihatan ada yang bawa itu," kata Mappatoba kepada Kompas.com saat dihubungi, Jumat sore.

Kejadian itu bermula ketika puluhan orang mendatangi rumah sakit untuk mengambil jenazah PDP karena tidak ingin pemakaman berlangsung sesuai prosedur Covid-19.

Pengambilan paksa ini terjadi pada Jumat (5/6/2020) sekitar 09.50 Wita.

Momen itu sempat direkam dan beredar viral di media sosial. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ini Kronologi Lengkap "Cool Box" Sampel "Swab" PDP Covid-19 Dibawa Kabur Warga di Makassar

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved