Tribun Lampung Selatan
Penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni Berangsur Meningkat
Arus penyeberangan kendaraan dan penumpang pejalan kaki di Pelabuhan Bakauheni berangsur meningkat.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Arus penyeberangan kendaraan dan penumpang pejalan kaki di Pelabuhan Bakauheni berangsur meningkat.
General Manager PT ASDP cabang Bakauheni Kapten Solikin mengatakan, pasca Lebaran lalu arus penyeberangan mengalami penurunan.
Selain angkutan penumpang, kendaraan pribadi serta bus yang memang dibatasi alias dilarang menyeberang.
Sementara itu, truk angkutan logistik pun mengalami penurunan.
“Tetapi di awal bulan Juni hingga pekan ini berangsur meningkat,” kata dia kepada Tribunlampung.co.id, Senin (8/6/2020).
• Pelabuhan Bakauheni Kembali Operasikan 5 Dermaga dan 22 Kapal per Hari
• Sepekan Pasca Lebaran, Pelabuhan Bakauheni Terpantau Lengang
• Siapkan New Normal, Gubernur Arinal Tegaskan Lampung Tidak Berlakukan PSBB
Solikin mengatakan, pada akhir Mei lalu angkutan penyeberangan hanya sekitar 2.700 transaksi.
Tetapi memasuki awal Juni hingga saat ini angkutan penyeberangan secara umum telah mulai meningkat, bahkan menyentuh angka 4.700 transaksi.
“Tapi jumlah ini hanya sekitar 50 persen dari kondisi normal. Untuk di Bakauheni setiap harinya secara umum bisa mencapai lebih dari 8.000 transaksi,” ujar dia.
Untuk kendaraan mengalami kenaikan rata-rata 29 persen.
Sedangkan untuk penumpang kenaikannya 13 persen.
Adanya peningkatan ini juga berimbas pada bertambahnya kapal feri dan dermaga yang beroperasi.
Sebelumnya jumlah kapal yang beroperasi hanya 18 unit, termasuk di dermaga eksekutif.
Kini jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 23 unit, termasuk di dermaga eksekutif.
Saat ini ada lima dermaga yang beroperasi dari sebelumnya hanya empat dermaga. (Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo)