Tribun Bandar Lampung

Warga Segalamider dan Beringin Raya Keluhkan Tagihan Listrik yang Naik Dua Kali Lipat

Naiknya biaya tagihan listrik ternyata dialami oleh banyak warga Bandar Lampung lainnya.

Penulis: sulis setia markhamah | Editor: soni
kontan.id
Ilustrasi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Naiknya biaya tagihan listrik ternyata dialami oleh banyak warga Bandar Lampung lainnya.

Meskipun kenaikannya tidak sefantastis warga Way Kandis yang mencapai 10 kali lipat dari tagihan normal, Soni, warga Perum Blora Indah, Segalamider ini juga mengaku berat dengan tagihan listrik yang naik lebih dari dua kali lipat.

"Tagihan saya naik jadi Rp 450 ribu bulan ini. Padahal April lalu Rp 200 ribu dan Mei Rp 180 ribu. Bulan-bulan sebelumnya juga hanya Rp 200 ribuan," tuturnya kepada Tribunlampung.co.id, Selasa (9/6/2020) malam.

Namun begitu meskipun merasa keberatan dia mengaku sudah membayar tagihan listriknya.Daya listrik di rumahnya sendiri 1.300 VA dengan pemakaian realtif normal seperti sebelum masa pandemi.

Warga Bandar Lampung Kaget Tagihan Listrik Bulan Juni Membengkak Hampir Rp 6 Juta

Warga Bandar Lampung lainnya, Permana yang tinggal di Beringin Raya juga mendapatkan tagihan listrik yang naik dua kali lipat. "Saya biasanya kena Rp 500 ribuan kini jadi Rp 1 jutaan tagihannya," beber karyawan swasta ini.

Hal serupa juga dialami oleh mertuanya yang biasanya tagihan Rp 400 ribu menjadi Rp 800 ribu di bulan Juni ini. "Tentu sangat memberatkan ya karena naiknya sampai dua kali lipat. Mana saya hanya karyawan swasta biasa," keluhnya.

Sebelumnya, bahkan ada warga Bandar Lampung yang tagihannya mendekati angka Rp 6 juta.

Hal tersebut dialami Eva Suryani warga Perumnas Way Kandis, Tanjung Senang.

"Beneran tembus Rp 5.780.000 bulan ini. Padahal normalnya Rp 580 ribu per bulan. Saya pelanggan 1.300 VA," ungkapnya tak bisa menutupi keheranannya saat dikonfirmasi Tribunlampung.co.id, Selasa (9/6/2020).

Eva merasa pemakaiannya selama ini normal standar rumah tangga. Tidak ada yang berbeda. Seperti penggunaan kulkas, mesin cuci, setrika, magiccom, televisi, dan pendingin ruangan 1 unit yang hanya digunakan malam hari.

"Pemakaian standar rumah tanggalah. Tentu kaget naiknya nggak salah-salah berkali lipat," keluh dia.

Eva menilai tidak mungkin tagihannya mencapai 4 ribu kwh terlebih pemakaian tetap normal seperti bulan-bulan sebelumnya yang biasanya tidak sampai angka 1.000 kwh.

"Kwh-nya itu kami liat jalannya terlalu cepet. Ya logika nggak sih hitungan satu bulan bisa 4 ribuan. Pakai apa gitu padahal normal-normal aja makenya," tutur dia.

Eva mengaku sudah mendatangi kantor PLN Rayon Way Halim namun tanggapannya diharuskan untuk membayar sesuai nilai tagihan.

"Sudah nanya ke PLN nggak ditanggapi katanya wajib bayar. Ya saya belum bayar tagihannya segitu nggak cukup duitnya," papar guru di salah satu MTS Bandar Lampung ini.

Tanggapan PLN Lampung Terkait Kenaikan Listrik yang Dinilai Tidak Wajar

Dia berharap ada penjelasan yang bisa diterima logika terkait melonjaknya tarif pembayaran listrik ini.

Diakuinya dirinya bahkan sempat menyaksikan ada pelanggan PLN yang pingsan saat mengetahui jumlah tagihannya sampai Rp 25 juta.

"Iya daerah Tanjung Senang juga itu. Ketemu pas di PLN Way Halim. Udah bawa anak kecil, pingsan dia pas tau jumlah tagihannya. Suaminya katanya cuman sopir," kata Eva.

Warga lainnya yang tinggal di Kopri, Kecamatan Sukarame Astuti mengatakan, tagihannya juga naik hampir 3 kali lipat dari sebelumnya Rp 500 ribu menjadi Rp 1.321.416 bulan Juni ini.

"Belum saya bayar juga, ngeliat jumlah tagihannya udah pusing duluan. Kok bisa naiknya banyak bener," keluh ibu dua anak itu.

Diakuinya pada bulan Mei kemarin tagihannya juga sudah mulai naik menjadi Rp 600 ribu. Dirumahnya memakai daya 1.300 VA.

Astuti mengharapkan kejelasan PLN terkait kenaikan tarif listrik yang sangat signifikan dibandingkan sebelum-sebelumnya.

"Karena saya makanya normal-normal aja. Nggak pakai wifi nggak pakai laptop. Kerja juga nggak wfh, (work from home)," tukasnya.(Tribunlampung.co.id/ Sulis Setia M)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved