Tribun Bandar Lampung
Atur Asupan Gula, Garam, dan Lemak Agar Terhindar dari Penyakit Degeneratif
Zaman sekarang, banyak orang masih usia produktif terkena penyakit degeneratif atau kronis, seperti Stroke, Jantung Hipertensi, dan Diabetes.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Zaman sekarang, banyak orang masih usia produktif terkena penyakit degeneratif atau kronis, seperti Stroke, Jantung Hipertensi, dan Diabetes.
Certified Nutrition and Wellness Consultant Nutrifood Moch Aldis Ruslialdi SKM CNWC mengatakan, keempat penyakit tersebut adalah empat penyakit penyebab kematian terbanyak di Indonesia.
Di antara empat penyakit itu yang paling tinggi adalah Stroke.
Sebelum empat penyakit degeneratif tersebut terjadi ada namanya sindrom metabolik.
Namun sindrom metabolik bukan penyakit, melainkan gejala atau penanda.
• Terekam CCTV, Wanita Muda Maling Ponsel Pegawai Burger King Antasari, Lihat Modusnya
• SDN 2 Rawalaut Terapkan Sistem Online untuk PPDB 2020, Orangtua Calon Murid Merasa Dimudahkan
• Jabatan Sekkab Tubaba Akan Segera Berakhir, Bupati Umar Ahmad Belum Isyaratkan Buka Seleksi
• Muswil PAN Lampung Digelar Juli 2020, Sejumlah Nama Kandidat Bermunculan
Di mana kalau memiliki tiga penanda berarti sudah mengalami gangguan sindrom metabolik
"Kalau kita sudah mengalami gangguan sindrom metabolik, dalam hitungan tahun saja kita sudah bisa terkena penyakit degeneratif yang sudah saya sebutkan tadi," ujar Aldis dalam NutriClass Health and Nutrition Webinar Series for Media dengan tema Managing Sugar, Salt, and Fat Intake, Selasa (16/6/2020).
Sindrom metabolik tersebut di antaranya Trigelycerides (TG) yang tinggi, tekanan darah yang tinggi (baik sistole maupun diastole), gula darah yang tinggi, kolesterol baik yang rendah, dan perut buncit.
Jadi kalau selama ini ada yang berpikiran perut buncit adalah positif, mulai sekarang buang jauh-jauh pikiran itu.
Bagaimana cara memperbaiki gangguan sistem metabolik?
Aldis mengatakan, salah satunya dengan cara menurunkan berat badan apabila mengalami kegemukan.
Orang yang tubuhnya terlalu gemuk atau obesitas memiliki peluang besar untuk mengalami gangguan sindrom metabolik.
Namun bagi yang memiliki berat badan normal jangan senang dulu.
Sebab, orang yang memiliki berat badan normal dan kurus pun bisa mengalami gangguan sindrom metabolik apabila lemak diperut (visceral fat) banyak. Lemak perut yang sulit untuk dibakar dan menyebabkan perut buncit.
Agar lemak-lemak tersebut bisa hilang, caranya dengan rutin melakukan olahraga.
Olahraga yang dianjurkan adalah minimal 30 menit kardio intens sedang lima kali seminggu (total 150 menit), atau minimal 25 menit kardio intens tinggi 3 kali seminggu (total 75 menit).
Kemudian dikombinasi dengan minimal 2 kali seminggu latihan beban dengan intensitas sedang-tinggi.
Dengan olahraga kita juga bisa mengurangi risiko mengalami penyakit degeneratif karena faktor genetik.
Artinya kalau orangtua mengalami penyakit degeneratif, anaknya juga berisiko mengalaminya.
Selain olahraga, atur pola makan. Mulai sekarang makanlah dengan nutrisi yang seimbang, yakni ada karbohidrat, lemak, dan protein dengan komposisi yang pas dan tidak ada yang mendominasi.
Misal lebih mendominasi karbohidrat dibanding protein dan lemak.
Namun masalahnya, banyak orang sulit untuk makan dengan nutrisi seimbang.
Sebab banyak yang tergoda untuk makan dengan jumlah berlebihan. Misal makan gorengan lebih dari dua kali dalam satu hari.
Ada juga yang makan dengan jumlah karbohidrat yang tinggi. Seperti pagi makan mie, siang makan nasi dan soto, lalu malam makan kwetiau.
Belum lagi ditambah asupan gula berlebihan yang salah satunya berasal dari berbagai minuman. (Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/atur-asupan-gula-garam-dan-lemak-agar-terhindar-dari-penyakit-degeneratif.jpg)