Tribun Lampung Selatan
BPBD Lampung Selatan Miliki WRS untuk Informasi Gempa dan Tsunami
Kabupaten Lampung Selatan kini memiliki Warning Receiver System (WRS) yang merupakan sistem untuk peringatan dini gempa bumi dan tsunami.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Kabupaten Lampung Selatan kini memiliki Warning Receiver System (WRS) yang merupakan sistem untuk peringatan dini gempa bumi dan tsunami.
WRS yang ditempatkan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ini, merupakan bantuan dari Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat.
Alat WRS ini memiliki fitur Web-GIS yang dapat menampilkan pesan info gempa dan peringatan dini tsunami. Aplikasi WRS juga memiliki fitur info cuaca dari BMKG.
Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto pun menyambut gembira keberadaan alat sistem WRS untuk peringatan dini gempa dan tsunami.
Menurut dirinya, keberadaan sistem WRS ini sangat penting. Mengingat wilayah Kabupaten Lampung Selatan masuk dalam daerah rawan adanya gempa dan juga tsunami.
• Terekam CCTV, Wanita Muda Maling Ponsel Pegawai Burger King Antasari, Lihat Modusnya
• SDN 2 Rawalaut Terapkan Sistem Online untuk PPDB 2020, Orangtua Calon Murid Merasa Dimudahkan
• Jabatan Sekkab Tubaba Akan Segera Berakhir, Bupati Umar Ahmad Belum Isyaratkan Buka Seleksi
• Muswil PAN Lampung Digelar Juli 2020, Sejumlah Nama Kandidat Bermunculan
Apalagi wilayah pesisir Lampung Selatan dan juga masyarakat di pulau Sebesi, cukup dekat dengan kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK) yang merupakan satu dari beberapa gunung api aktif di Indonesia.
“Sistem ini sangat kita butuhkan. Karena wilayah kita rawan akan tsunami dan gempa,” kata dia saat melihat langsung alat dan sistem WRS di kantor BPBD Lampung Selatan, Selasa (16/6).
Nanang berharap, keberadaan WRS ini akan bisa membantu masyarakat di Lampung Selatan. Khususnya yang tinggal di kawasan pesisir untuk bisa terindar dari dampak tsunami. Seperti yang pernah terjadi pada akhir tahun 2018 silam.
Sementara itu, Eko selaku teknisi sekaligus operator dari BMKG menjelaskan, WRS merupakan sistem aplikasi diseminasi berbasis komputer. Sistem ini digunakan untuk menerima informasi yang dikirim dari WRS server di BMGK pusat ke lembaga perantara.
“Fungsi WRS lebih kepada menerima informasi dan memberitahu situasi wilayah yang sudah terpasang alat pendeteksi berdasarkan sensor yang masuk ke BMKG pusat,” ujar dirinya.
Ketika terjadi gempa, kata Eko, sensor akan mengirim data ke server BMKG pusat. Data ini nantinya akan di broadcast ke tempat yang telah terpasang WRS. Menurutnya, lokasi gempa, kekuatan serta potensi tsunami akan terlihat.
Dirinya menambahkan, untuk di Lampung ada 10 titik yang akan dipasang WRS. Sementara yang telah terpasang ada di Pesawaran, SAR Lampung di Bakauheni, BPBD Lampung Selatan, Kahai Beach.
“Adanya WRS akan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang tempa dan potensi tsunami. Sehingga masyarakat bisa lebih siap,” kata Eko.(Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/bpbd-lampung-selatan-miliki-wrs-untuk-informasi-gempa-dan-tsunami.jpg)